|
Muktamar Partai Bintang Reformasi Kacau
Minggu, 23 April 2006 | 20:03 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:Muktamar Partai Bintang Reformasi (PBR) di Sanur Denpasar, Bali, berlangsung kacau. Agenda sidang-sidang pleno hari ini seluruhnya tertunda akibat belum beresnya registrasi peserta muktamar.
Sidang Pleno I dengan agenda pembahasan tata tertib mestinya digelar pada Sabtu malam usai pembukaan muktamar oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun, diundur pada Minggu pagi dan malam ini molor lagi. Bahkan sampai laporan ini ditulis, pukul 19.00 Wita, tanda-tanda dimulainya persidangan belum tampak.
Ketua Panitia Muktamar Bambang Budiono menyebut, kemunduran jadwal disengaja untuk memberi kesempatan kepada panitia melakukan verifikasi ulang terhadap peserta yang terlanjur diregistrasi. Pada registrasi sebelumnya terdapat peserta yang tidak berhak tetapi tetap memperolah kartu peserta.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PBR Syahril M. Noer, menilai alasan itu dibuat-buat. Dia mempertanyakan terlalu gampangnya panitia mengeluarkan tanda peserta sampai berjumlah 1.400 orang. Padahal jumlah peserta muktamar hanya sebanyak 1.100 peserta.
Konsekuensi dari kekacauan itu, menurut Syahril, adalah perpanjangan waktu yang sesuai jadwal mestinya telah selesai pada Senin siang. Akibatnya, biaya akomodasi membengkak sampai Rp 400 juta untuk perpanjangan sekitar 12 jam.
Kekacauan jadwal persidangan dimanfaatkan peserta muktamar untuk jalan-jalan di sepanjang Pantai Sanur. Suasana santai itu dikejutkan perkelahian antara dua peserta muktamar dari Kalimantan Selatan. Akibat peristiwa itu, Ahmadi dirawat di Rumah Sakit Sanglah sedang lawannya Yahya diamankan polisi.
Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|