|
Warga Keluhkan Pemotongan Subsidi Tunai
Kamis, 01 Juni 2006 | 00:01 WIB
TEMPO Interaktif, Pandeglang:Sejumlah warga miskin penerima santunan tunai kompensasi kenaikan harga BBM di Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan pemotongan dana oleh aparat desa sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per keluarga.
Beberapa warga yang ditemui mengaku telah mengadukan pemotongan ini ke Polres Pandeglang. "Kami minta polisi mengusut kasus pemotongan ini," kata Junaidi, warga Kadupandak, Kecamatan Pandeglang, kemarin.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, pemotongan hampir terjadi dan merata di setiap desa yang menyalurkan dana bantuan langsung tunai tahap II. Di Kampung Cigintung Girang, Desa Sukamanah, Kecamatan Kaduhejo, Madlisa, salah seorang warga, mengatakan hanya menerima dana bantuan sebesar Rp 500 ribu. Padahal dana itu seharusnya berjumlah Rp 600 ribu.
"Sebagian uang itu dipotong oleh aparat Badan Perwakilan Desa atau BPD setempat sebesar Rp 100 ribu dengan alasan untuk diberikan kepada warga yang tidak kebagian bantuan," kata Madlisa. Menurutnya, pemotongan mudah dilakukan, karena pengambilan santunan langsung tunai itu dikoordinor oleh aparat desa masing-masing.
Hal yang sama juga terjadi di Desa Pasireurih, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang. Semua warga miskin penerima bantuan langsung tunai di setiap kampung dipotong mulai Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu. "Alasannya pun sama, untuk buat KTP dan pemerataan sumbangan," kata Iman, warga setempat.
faidil akbar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|