|
Metode Rekonstruksi Pangandaran Belum Ditentukan
Selasa, 25 Juli 2006 | 21:39 WIB
TEMPO Interaktif, Ciamis:Pemerintah Kabupaten Ciamis masih memfokuskan penyelamatan korban tsunami. Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Subur Dwiono mengaku, belum menentukan metode rekonstruksi kerusakan di Pangandara pascagempa dan tsunami.
“Kita masih dalam tahap tanggap darurat, rekontruksi terhadap pengungsi belum kami tentukan seperti apa bentukanya sekarang,” ujar Subur yang juga Pelaksana Harian Posko Penggulangan Bencana Ciamis.
Saat ini, kata dia, masih banyak pengungsi yang perlu didata. Mereka tidak semua korban tsunami, melainkan warga yang ketakutan saat tsunami dan ikut mengungsi.
Pemerintah hingga kini belum mendapatkan bantuan yang dikhususkan untuk rekonstruksi korban tsunami yang harta bendanya habis. Bantuan yang diterima masih dalam bentuk bahan makanan dan obat-obatan karena masih dalam tahap tanggap darurat.
Rekontruksi terhadap korban tsunami juga menunggu tata ruang yang baru, karena ada perubahan untuk daerah pantai Pangandaran. Tata ruang tersebut nantinya dijadikan acuan untuk melakukann rekontruksi bangunan yang telah hancur.
Dari catatan di pos penanggulangan bencana terdapat 7.999 jiwa dari 51.000 pengungsi pada awal tsunami.
Hingga saat ini jumlah korban meninggal mencapai 406 jiwa yang berhasil ditemukan oleh tim SAR. Pencarian korban masih terus dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Rambat Eko
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39407_high_thumb.jpg) |
![Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39406_high_thumb.jpg) |
|
|
| Korban Gempa Bumi Bengkulu
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|