|
Uji Coba BLT Bersyarat Tahun 2007
Kamis, 23 November 2006 | 03:53 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzeta mengatakan, pilot project atau uji coba pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bersyarat akan dilakukan pada 2007 nanti. "Hanya di enam wilayah, antara lain Jawa Barat," katanya di Bandung, Rabu (22/11).
Dia menjelaskan, pemerintah sudah menyiapkan dana Rp 1,5 triliun untuk menguji program pengganti Subsidi Langsung Tunai (BLT) itu. Rencana uji coba itu akan berlangsung paling lama satu tahun.
Pemerintah sengaja memilih enam daerah untuk menjadi tempat uji coba sistem baru itu., Daerah itu dipilih dengan kriteria utama kepadatan penduduknya besar sekaligus angka kemiskinannya tinggi.
Paskah mengaku hanya ingat bahwa empat daerah ada di Pulau Jawa dan sisanya di luar Jawa. Empat daerah di Pulau Jawa itu ialah Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Menurutnya, pemerintah sengaja memilih Pulau Jawa menjadi lokasi pengujian sistem itu karena jumlah penduduk miskinnya paling besar.
Dia menjelaskan, BLT Bersyarat itu hanya akan diberikan pada orang yang benar-benar miskin. Dengan kriteria penduduk miskin itu, paparnya, di antaranya tidak mempunyai akses untuk kesehatan. Contohnya, tidak mempunyai WC di rumah. "Kategori kemiskinan tidak hanya diukur dari pendapatan saja, banyak kategorinya," katanya.
Data penduduk miskin akan disurvei oleh BPS. Data itu juga akan diverifikasi kembali oleh pemerintah daerah setempat. Sehingga, tuturnya, pemberian bantuan itu akan tepat sasaran.
Dengan kriteria itu, dia memperkirakan jumlah penduduk miskin yang akan mendapatkan BLT Bersyarat itu akan berkurang sampai di bawah 10 juta orang. Saat ini, tuturnya, penduduk yang mendapatkan SLT jumlahnya mencapai 19,2 juta orang.
Dia menjelaskan, mekanisme pemberian BLT Bersyarat itu tidak akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Pemerintah akan memberikannya dalam bentuk program di bidang pendidikan dan kesehatan.
Paskah yakin, sistem yang baru ini tidak akan bocor. Pasalnya, tuturnya, saat evaluasi sistem yang lama tidak ditemukan adanya indikasi korupsi. Selain itu kucuran dana SLT yang meleset kurang dari 1 persen.
Menurutnya, uji coba sistem itu akan dilakukan selama satu tahun. Ke depan, jelasnya, setelah dilakukan evaluasi, sistem itu baru diperluas cakupan wilayahnya. Dia mengungkapkan, pemberian bantuan itu nantinya akan ditingkatkan menjadi sitem yang lebih permanen dalam bentuk Sistem Penjaminan Sosial Bagi Masyarkat Miskin. "Nanti lebih permanen, bukan diberikan hanya karena ada kenaikan harga BBM," katanya.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|