|
Satwa Langka Dijual Bebas di Pinggir Hutan Blora
Sabtu, 25 November 2006 | 03:55 WIB
TEMPO Interaktif, Blora:Sejumlah satwa langka yang dilindungi seperti burung merak, bido (elang Jawa) ayam hutan hingga kijang, sering ditemukan dijual bebas di pinggiran hutan Kabupaten Blora dan Bojonegoro.
Belum ada pengawasan ketat dari aparat Balai Konservasi Sumber Daya Alam maupun Dinas Kehutanan setempat.
Satwa langka tersebut, kerap ditemukan dijual di
pinggiran hutan, seperti Pasar Sore, Kecamatan Sambong dan Kecamatan Cabak, Blora.
Satwa jenis unggas tersebut dijual cukup murah. Sepasang
merak usia satu tahun dijual Rp 400-Rp 600 ribu. Burung bido Rp 100-150 ribu per ekor. Ayam hutan dijual hanya Rp 30 ribu per ekor. Sedangkan kijang dewasa dijual dengan Rp 350 ribu per ekor.
Menurut Wiryo, pencari kayu bakar di hutan Kedewan,
selama musim panas banyak pesanan satwa langka.
Dalam satu pekan minimal ada 3 orang datang memesan burung.
Kepala Pengelola Hutan Cepu, Bambang Wuryanto, mengatakan satwa langka tersebut tanggung jawab BKSDA Kabupaten Pati. "Kami tetap koordinasi," katanya.
Sujatmiko
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39407_high_thumb.jpg) |
![Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39406_high_thumb.jpg) |
|
|
| Korban Gempa Bumi Bengkulu
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|