Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pembunuh Mahasiswa Universitas Brawijaya Tertangkap
Jum'at, 05 Januari 2007 | 03:16 WIB

TEMPO Interaktif, Kediri:Pembunuh Desvita Setya Permatasari, mahasiswi semester II Jurusan Pertanian Universitas Brawijaya Malang ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri kemarin.

Tersangka bernama Agung Suyono, warga Dusun Kranggan, Desa Nambaan, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.
Polisi menambak kaki tersangka yang hendak kabur ketika dikejar di Stasiun Kereta Api Gubeng, Surabaya.

Dari rumah Agung polisi menyita barang bukti potongan
kayu panjang 30 sentimeter dengan diameter 10 sentimeter, celana hitam serta kaos putih yang dipakai membunuh dan sepeda motor Honda Supra X AG-3741-EP.

"Tersangka mengaku membunuh Desvita karena ingin
memiliki telepon seluler dan sepeda motor korban," kata Kepala Kepolisian Resor Kediri, Ajun Komisaris Besar Aris Wahyu Sutikno, kemarin.

Putri sulung Brigadir Satu Sunyoto, anggota Unit Reskrim
Polsek Gampengrejo, itu ditemukan tewas di perkebunan
tebu Dusun Kranggan, Desa Nambaan, Rabu (3/1).

Mayat Desvita ditemukan dalam kondisi leher terjerat
dengan lidah terjulur. Pada tengkuk dan tangan kanan
terdapat luka memar dan celana korban dalam keadaan
melorot.

"Penangkapan tersangka bersumber dari keterangan
pencari rumput yang melihat korban mengobrol dengan
Agung di gubuk yang terletak di 100 meter belakang
SMP Negeri I Gampengrejo pada Sabtu (30/12) sore," ujar Aris.

Tersangka merupakan anak bungsu dari empat bersaudara
putra pasangan Sarman (almarhum) dan Tumi. Atas
perbuatannya, Agung diancam hukuman penjara 20 tahun.

"Agung itu sudah seperti adiknya Desvita sendiri. Kami
tidak menyangka jika dia pelakunya," kata
Sunyoto, orangtua Desvita.

Dwidjo U Maksum

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada Kejahatan Sempurna | 11 April 2005
Pembunuh Berseragam Polisi | 11 April 2005
Di Markas PBB Ia Bersaksi | 21 Maret 2005
Setelah Presiden Menelepon | 21 Maret 2005
Tongkat Sudah Mengarah ke Atas | 07 Maret 2005
Kalau Konspirasi, Pasti Lebih Rapi | 07 Maret 2005
Prarekonstruksi Selalu Batal | 07 Maret 2005
Tiga Surat yang Janggal | 07 Maret 2005
Siang Jahanam di Kamar Kontrakan | 07 Maret 2005
Tempo, 19 Maret 1994 | 07 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wanita Pekerja Kafe Dibunuh
Sidang Lidya Pratiwi Molor
Fery Belum Dijenguk
Ferry Akan Dijerat Pasal Pembunuhan
Pria Tewas Dengan Puluhan Luka Tusuk
Peneliti LIPI Tewas
Tuntutan Vince Kembali Tertunda, Hakim Tegur Jaksa
Marinir Pembunuh Pacar Ditahan
Jaksa Tunda Tuntut Lidya
Hukuman Mati untuk Pembunuh Satu Keluarga
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk90682 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< January,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data