Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Alokasi Anggaran Kenaikan Gaji Anggota DPRD Hampir Samai Beasiswa untuk Siswa Miskin
Jum'at, 12 Januari 2007 | 13:44 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Pemerintah Kota Solo membutuhkan dana sebesar Rp 6,6 miliar untuk membayar rapelan tunjangan komunikasi intensif dan tunjangan operasional anggota DPRD dan kenaikan gaji pada tahun 2007 seperti yang diperintahkan PP No 37/2006. Besarnya alokasi anggaran itu hampir menyamai alokasi untuk pemberian beasiswa bagi pelajar SD-SMP dari keluarga miskin yang besarnya hanya Rp 7,3 miliar.

Pengalokasian anggaran untuk membayar rapelan kenaikan gaji anggota DPRD Solo tersebut telah dicantumkan dalam plafon dan prioritas anggaran sementara (PPAS) APBD 2007 yang saat ini tengah dalam pembahasan. Menurut Kepala Kantor Keuangan Kota Solo, Anung Indro Susanto, alokasinya memang cukup besar karena mengambil nilai maksimal sesuai PP 37/2006.

"Tapi sebelum diputuskan masuk dalam APBD 2007, tim anggaran pemerintah dan DPRD akan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna mencari jaminan kepastian hukum untuk menerapkan PP No 37/2006," ujarnya, Jum'at (12/1).

Menurut Anung, bila melihat potensi pendapatan asli daerah Kota Solo pada tahun 2007 yang mencapai Rp 81 miliar, alokasi kenaikan gaji anggota DPRD tersebut masih cukup proposional. Namun dia tidak menyalahkan berbagai pihak yang berpandangan lain karena penilaian mengenai kenaikan gaji dan pembayaran rapelan tersebut sifatnya relatif. "Tergantung dari cara memandangnya," kata dia.

Alokasi sebesar Rp 6,6 miliar untuk kenaikan gaji dan pembayaran rapelan bagi 40 anggota DPRD tersebut memang terasa timpang bila dibandingkan dengan alokasi untuk sektor publik seperti pemberian biaya siswa bagi pelajar dari keluarga miskin. Pemerintah Kota Solo hanya bisa menyediakan Rp 7,3 miliar bagi belasan ribu siswa yang tergolong berasal dari keluarga miskin.

"Tapi karena itu perintah dari pemerintah pusat, ya harus dijalankan. Sebenarnya juga tidak memberatkan karena Kota Solo mendapatkan kenaikan dana perimbangan dari pemerintah pusat. Agar tidak menimbulkan persoalan, sudah disepakati untuk melakukan konsultasi dulu dengan BPK dan juga menunggu salinan resmi dokumen tentang pedoman penyesuaian operasional PP No 37/2006 dengan kemampuan keuangan daerah," ujarnya.

Imron Rosyid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPRD Sleman Takut Ambil Tunjangan Komunikasi
Daerah Kesulitan Penuhi Tunjangan Komunikasi Dewan
Anggota DPRD Wonogiri Takut Ambil Rapelan Gajinya
Bojonegoro Minta Menteri Energi Urus Sumur Tua
Golkar Ancam Copot Anggotanya yang Minta Gaji Naik
Penghasilan Anggota DPRD Bali Naik Pesat
Gaji Dewan Tangerang Naik Seratus Persen Lebih

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk91146 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa
Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua
Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak

<< January,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data