Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bantaran Sungai Cisadane Bebas dari Bangunan
Senin, 12 Pebruari 2007 | 15:32 WIB

TEMPO Interaktif, Serang:Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah meminta Bupati Tangerang Ismed Iskandar tidak menerbitkan izin mendirikan bangunan di bantaran Sungai Cisadane. Larangan ini untuk mengatisipasi bahaya banjir akibat meluapnya air sungai.

Pengalaman DKI Jakarta yang tak sanggup menertibkan bantaran Sungai Ciliwung, terbukti telah mengakibatkan banjir hampir saban tahun. Hampir sepanjang bantaran Sungai Ciliwung yang melintasi wilayah Jakarta berdiri bangunan rumah penduduk dan bangunan komersial.

"Sebenarnya bukan cuma Sungai Cisadane yang harus dibebaskan dari berbagai bangunan. Beberapa situ di Tangerang juga harus dijaga dan jika perlu disodet," kata Atut saat rapat dengar pendapat dengan DPR siang tadi.

Sikap Pemerintah Kabupaten Tangerang yang menolak penyodetan Sungai Cisadena, menurut Atut, sudah tepat. Karena dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Gubernur DKI Sutiyoso dan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, masalah sodetan bukan prioritas mengatasi banjir di Jakarta.

Yang penting, kata Atut, saat ini di Kabupaten Tangerang masih terdapat 38 situ yang wajib dipelihara jangan sampai terjadi pendangkalan dan dipenuhi bangunan.
"Sekarang diperlukan menormalisasikan situ," tutur Atut.

Faidil Akbar

Dari Arsip Majalah TEMPO
Timor Leste Menolak Memeriksa Wiranto  | 23 Pebruari 2004
Menggantung Harap di Kanal Timur  | 19 Januari 2004
Membuang Situ, Mendulang Banjir | 20 September 2004
Jakarta Banjir, Bang Yos Pusing  | 17 Pebruari 2003
Jejak Maya | 06 Januari 2003
Jalan Tengah di Kapuk  | 01 April 2002
Banjir Menggugat Pemerintah  | 18 Maret 2002
Kawasan Puncak, Banjir, dan Kekeringan | 25 Pebruari 2002
Wibawapraja Tak Lagi Berwibawa | 25 Pebruari 2002
'Waterworld' ala Petamburan  | 18 Pebruari 2002
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Delapan Ribu Personil Urus Sampah Banjir di Jakarta
Tambahan Rp 2,7 Triliun untuk Banjir Kanal Timur
LSM Akan Laporkan Sutiyoso ke Komnas HAM
Pemerintah Usulkan Tambahan Anggaran Bencana
Proyek Banjir Kanal Harus Disertai Perbaikan Kawasan Hulu
Korban Tewas Banjir Mencapai 67 Orang
Presiden Perintahkan Tambah Dana Bencana
Departemen Keuangan Belum Terima Permintaan Dana Banjir
SMS Donasi Banjir Departemen Sosial Dituduh Mengelabui Masyarakat
Departemen Kesehatan Cegah Kejadian Luar Biasa
> selengkapnya...

Referensi

Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
Departemen Sosial

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk93007 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data