|
Kapal Pengangkut 9.000 Ton Batubara Terdampar
Senin, 19 Maret 2007 | 12:47 WIB
TEMPO Interaktif, Serang:Kapal Pegro 38 yang memasok 9.000 ton batubara ke Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya di Cilegon, Banten, terlambat masuk karena terdampar di perairan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
"Tapi tidak ada pengaruhnya, stok batubara masih aman." kata juru bicara PLTU Suralaya Endang Hidauyat, Senin (19/8). Hidayat tidak menyebutkan berapa banyak persediaan bataubara yang ada saat ini.
Dia memastikan tidak akan ada ganguan jaringan listrik di Jawa Bali hanya karena 9.000 ton batubara terlambat masuk ke Banten.
Menurut Hidayat, sebanyak 9.000 ton batubara yang diangkut kapal Pegro 38 milik PLTU Suralaya, merupakan batubara cadangan untuk lima bulan ke depan. "Jadi tidak ada pengarunya," katanya.
Suparlan, nahkoda Pegro 38, mengatakan kapal yang diawaki 10 orang itu terdampar karena dihantam ombak dan badai di perairan laut Jawa. Mereka mencari pulau untuk berlindung, tapi kandas dan bocor di perairan Wonokerto.
Kapal bertolak dari Batulicin, Kalimantan Selatan pada lima hari lalu.
Faidil Akbar
INDEKS BERITA LAINNYA :
|