|
Polisi Diminta Selidiki Dugaan Kecurangan Ujian di Solo
Jum'at, 27 April 2007 | 09:23 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Tim Pemantau Independen (TPI) pelaksanaan ujian nasional SMP meminta agar polisi mengusut dugaan praktek kecurangan dalam ujian nasional di Kota Solo. Menurut Wakil Ketua TPI Ujian Nasional, Taufiqurrahman, dugaan kecurangan yang terjadi adalah beredarnya kunci jawaban melalui SMS.
“Ada buktinya yakni handphone miliki siswa di sebuah sekolahan yang sudah kami sita dan di dalamnya terdapat SMS (layanan pesan singkat) yang berisikan kunci jawaban,” kata dia, Jum’at pagi.
Taufiq mengatakan pada hari kedua ujian nasional, anggota TPI mendapati tiga siswa SMP meminta izin ke kamar mandi. Namun di dalam kamar mandi, ketiganya ternyata tengah membuka pesan SMS di handphone yang sengaja disembunyikan di dalam kamar mandi sebelumnya. Menurut Taufiq, ketiganya belum sempat menyalin. “Tetapi yang harus ditelusuri yang mengirim pesan dan siapa yang berada di balik ini,” ujarnya.
Sebelum kejadian, TPI sudah mendapatkan informasi adanya jual beli kunci jawaban ujian. Hal semacam itu juga terjadi pada tahun lalu yang ternyata kunci jawaban tersebut tidak benar dan mengakibatkan banyak siswa tidak lulus. “Polisi harus mengejar pelaku pengirim SMS dan membongkar jaringannya,” kata Taufiq yang juga Wakil Ketua Dewan Pendidikan Nasional.
Menurut Taufiq, karena TPI tidak memiliki kewenangan untuk melaporkan dugaan kecurangan tersebut, pihaknya mendesak Dinas Pendidikan sebagai penyelenggara ujian nasional untuk segera melaporkan masalah tersebut. Dia mengatakan handphone milik siswa tersebut, siang ini akan diserahkan ke Dinas Pendidikan agar dijadikan barang bukti saat pelaporan ke polisi. “Meminta keterangan dari siswanya saja TPI tidak bisa, jadi Dinas Pendidikan yang harus menindaklanjuti,” kata dia. Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|