Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Petrani Sukoharjo Kesulitan Benih Unggul
Senin, 30 April 2007 | 08:57 WIB

TEMPO Interaktif, Sukoharjo: Para petani di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kesulitan mendapatkan benih padi varietas unggul menyusul belum teralisasinya bantuan benih dari Menteri Pertanian.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Sukoharjo, Linggarno mengatakan, pada musim tanam kedua tahun ini petani di daerahnya terpaksa menggunakan benih padi seadanya. “Harapan mendapatkan bantuan benih ternyata meleset. Petani terpaksa menggunakan benih seadanya daripada tidak menanam sama sekali,” kata Linggarno di Sukoharjo pada Senin (30/4).

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menunda pencairan bantuan benih padi varietas unggul senilai Rp 4,7 miliar. Menurut Kepala Dinas Pertanian Sukoharjo, Sri Sutarmi, pengadaan bantuan benih itu dilakukan untuk kebutuhan musim tanam ketiga bulan September karena untuk masa tanam kedua, petani sudah selesai melakukan penanaman.

Menurut Sutarni, seharusnya musim tanam ini bantuan sudah disalurkan. Tapi, karena petunjuk Menteri Pertanian bertentangan dengan Keppres tentang pengadaan barang, pihaknya tidak berani melakukan pengadaan benih. Pemerintah pusat memang sudah menerbitkan surat edaran bersama sejumlah menteri, "tetapi belum bisa dilaksanakan karena belum ada petunjuknya," katanya dia.

Berdasarkan surat edaran bersama sejumlah menteri, pengadaan benih padi bagi petani yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi, bisa dilakukan dengan penunjukkan langsung. Namun, surat edaran itu baru dikeluarkan ketika petani sudah memasuki masa tanam.

Sutarni mengatakan meski bantuan belum direalisasikan, namun petani di daerahnya mampu pengadaan benih secara mandiri. Hal itu terlihat dari terjadinya peningkatan produksi padi di Sukoharjo sebanyak 0,5 ton dari 66,42 ton pada tahun 2006 lalu menjadi 66,92 ton pada 2007. Imron Rosyid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Kembali Bahas Pengadaan Benih Padi
Produksi Padi Kabupaten Tangerang Mencapai 216 Ribu Ton
Petani Harapkan Harga Gabah di Atas Rp 2.000
Bulog Surakarta Tak Mampu Beli Gabah Petani
Produksi Padi Jawa Barat Bakal Turun
Penyediaan Benuh Ditunjuk Langsung
Pemerintah Bahas Bibit Padi
Sumatera Utara Genjot Produksi Padi
Jawa Timur Surplus Beras Dua Juta Ton
Sumatera Selatan Pesan 30 Ribu Ton Beras
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk99057 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Dua Partai di Nusa Tenggara Barat Gagal Verifikasi
Kebocoran Gas di Kamal Muara Dapat Diatasi
Venus Juara Wimbledon Kelima Kalinya
Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data