|
Wartawan Daerah Tuntut Perbaikan Nasib
Selasa, 01 Mei 2007 | 15:47 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Sebanyak 35 orang wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, Jawa Timur, memperingati hari Buruh Sedunia di alun-alun setempat.
Aksi menggalang solidaritas dalam rangka memperingati hari buruh diiringi penyebaran pamflet dan pemasangan
spanduk bertuliskan: Wartawan Juga Buruh.
Mereka menuntut perusahaan media meningkatkan kesejahteraan bagi para jurnalis. Selain
itu, persoalan stringer (pekerja lepas) yang bekerja di media televisi juga menjadi sorotan.
Para wartawan menyampaikan tuntutan itu melalui orasi yang disampaikan bergantian sembari menyanyikan lagu
kebangasaan.
"Nasib wartawan di Indonesia masih jauh di bawah
standar kehidupan layak. Perusahaan media wajib
memikirkan nasib kami. Wartawan juga buruh," ujar
Danang Sumirat, wartawan SCTV dalam orasinya.
Beni Kurniawan, stringer TPI menyatakan, pemilik bisnis media kurang memperhatikan nasib wartawannya yang bertugas di daerah. Menurut Beni, selama ini wartawan di daerah hanya dipandang sebelah mata oleh para pemilik media.
"Kami tidak tahu harus menyampaikan nasib kami
kepada siapa. Dengan adanya rencana penggabungan tiga
stasiun televisi, yaitu RCTI, Global TV dan TPI, saya
yang selama ini membaktikan diri saya kepada TPI, sama
sekali tidak mendapat posisi. Saya berharap para bos
memikirkan orang kecil seperti saya," kata Beni.
Koordinator Divisi Serikat Pekerja AJI Kediri, Imam Mubarok Muslim, mengatakan lembaganya terus
memperjuangkan segala persoalan menyangkut nasib para
wartawan.
"Kami tidak akan berhenti hanya pada aksi ini. Sudah
sepantasnya wartawan mendapat perlakukan yang adil
dari perusahaan tempatnya bekerja, sehingga mereka
tidak terjebak dalam persoalan amplop," kata Mubarok.
Dwidjo U Maksum
INDEKS BERITA LAINNYA :
|