Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Gedung Sekolah Dasar Ambruk Dihantam Puting Beliung
Selasa, 15 Mei 2007 | 15:43 WIB

TEMPO Interaktif, Kediri:Gedung Sekolah Dasar Negeri Mranggen, Kecamatan Purwosari, Kediri, Jawa Timur, ambruk dihantam angin puting beliung. Beruntung, sebelum atap gedung sekolah itu ambruk rata dengan tanah, para siswa sudah menyelamatkan diri ke luar kelas. Saat ini para siswa terpaksa belajar di halaman sekolah dan di bawah pohon.

"Kelas kami ambruk ketika saya dan teman-teman sedang mengikuti pelajaran IPA (ilmu pengetahuan alam) hari Senin (14/5). Untungnya kami segera diminta keluar oleh Bu Tri Wahyu (guru IPA). Begitu kami keluar, langsung terdengar suara berdebum karena atap ambruk," kata Hadi Kustiawan, siswa kelas 4 SDN Mranggen, Selasa (15/5).

Menurut Hadi, sebelum ambruk total, sebuah genting jatuh dan nyaris menimpa Erwin Heri Dewantoro, teman sekelasnya. Begitu mengetahui ada genting jatuh, Tri Wahyu, guru pelajaran IPA, langsung meminta para murid keluar ruangan.

"Ketika sejumlah genting sudah pada jatuh, Bu Tri Wahyu sempat menyuruh kami mengeluarkan bangku dan kursi ke luar ruangan. Begitu bangku dan seluruh siswa sudah berada di luar kelas, baru gedung dan atap kelas ambruk," jelas Hadi Kustiawan.

Sunarti, Kepala Sekolah SDN Mranggen, mengatakan ada tiga lokal kelas yang menjadi korban angin puting beliung, yaitu kelas 4 (21 siswa), kelas 5 (26 siswa) dan kelas 6 (23 siswa). Semua kelas itu berada di dekat rumah dinas sekolah yang ditempati seorang guru pengajar, Tri Wahyu. SDN Mranggen sendiri memiliki jumlah siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 sebanyak 157 orang.

"Saat ini untuk sementara siswa belajar di kelas lain dan sebagian memanfaatkan tempat seadanya. Sekolah ini pernah direbabilitasi total pada tahun 1998. Pekan lalu, 3 kelas yang ambruk itu sempat kami cat ulang," kata Sunarti.

DWIDJO U. MAKSUM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

500 Sekolah di Depok Rusak
Sekolah Nyaris Ambruk, Ratusan Murid SD Belajar di Bawah Tenda Darurat
PLN Bangun Kembali SDN 06 Sumani
Anggaran Pendidikan untuk Renovasi Sekolah Korban Gempa
UNICEF Bangun Sekolah di Nias
Presiden Minta Biaya Pendidikan Tidak Membebankan Masyarakat
Siswa Madrasah Belajar di Kolong Rumah
Banten Alokasikan Rp 1,2 Triliun untuk Sekolah
Tangerang Minus 5.849 Ruang Belajar
Sekolah Roboh, Siswa Ujian di Reruntuhan
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk100060 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak
Air Sudah Genangi Dua Kelurahan di Kota Palu
Tiga Pelajar Tewas Tenggelam
Prostitusi Boker Diduga Dilindungi Aparat Kemanan

<< May,2007>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data