|
Enam Kesenian Tradisional Bojonegoro Terancam Punah
Kamis, 24 Mei 2007 | 12:44 WIB
TEMPO Interaktif, Bojonegoro:Enam dari 10 kesenian tradisional di Bojonegoro, Jawa Timur, terancam punah lantaran kurang mendapat apresiasi. Ancaman ini terungkap berdasarkan hasil penelitian Dewan Kesenian Bojonegoro di 27 kecamatan di kBojonegoro itu.
Enam kesenian itu adalah Sandur, semacam
debus yang diiringi tarian; Antiririt, mirip tari kuda lumping; Oklik, tarian yang diiringi alat musik dari bambu; wayang Thengul dan wayang Krucil, wayang dari bahan kayu, dan tari Reog.
Menurut Ketua Dewan Kesenian Bojonegoro, Dody Eko
Wijayanto, faktor yang mendukung punahnya seni budaya tersebut antara lain regenerasi yang kurang, tak didukung dana, serta rendahnya perhatian pemerintah.
"Buat kami kindisi ini sangat memprihatinkan. Jika terus
seperti ini, enam kesenian tadi benar-benar akan punah,"
katanya kepada Tempo, Rabu (23/5).
Dia mencontohkanya penari Antiririt yang dulu kesohor diperankan Gemuk Sudarminah, tidak ada yang mewarisi. Guna membangkitkan kesadaran akan pentingnya kesenian tradisional, Dody akan menggelar pemetaan kesenian pada Juli mendatang bertepatan dengan Festival
Tayub.
Acara ini akan mengundang seniman dari Lamongan,
Bojonegoro, Tuban hingga Blora, Jawa Tengah. Dananya,
menurut Sekretaris Dewan Kesenian Bojonegoro Cahyo Adi Nugroho, dari sumbangan para seniman dan
pemerhati kesenian. "Jumlah dananya masih sedikit," ujarnya.
Sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|