|
10,25 Persen Siswa SMP/MTs se-DIY Tak Lulus Ujian Nasional
Kamis, 21 Juni 2007 | 12:44 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Sebanyak 10,25 persen atau 4.908 siswa SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Provinsi DI Yogyakarta tidak lulus Ujian Nasional.
Jumlah siswa SMP/MTs yang tidak lulus tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 13,45 persen atau 6.317 siswa.
Kepala Bina Program Dinas Pendidikan Provinsi DIY, Drs Baskoro Adji MSi, didampingi Kepala Seksi Kurikulum Diknas DIY, Drs Anwar Munrohin, dalam jumpa pers Kamis (21/6) mengatakan, mestinya pengumuman hasil ujian nasional tingkat SMP dilakukan pada Sabtu (23/6).
Namun agar para siswa yang tak lulus bisa mengikuti ujian kesetaraan Paket B, kata dia, pengumuman dimajukan Jumat (22/6).
Pada tahun ajaran 2005/2006 lalu, kata Baskoro, jumlah siswa SMP/MTs yang mengikuti ujian nasional sebanyak 46.958 siswa. Dari jumlah itu, kata dia, yang tidak lulus ujian Nasional sebanyak 6.317 atau 13,45 persen. Pada tahun ajaran 2006/2007 ini, peserta ujian nasional sebanyak 47.873 siswa dan yang tidak lulus sebanyak 4.908 atau 10,25 persen.
"Meski standar nilai kelulusan dinaikkan, ternyata jumlah siswa yang berhasil lulus juga mengalami kenaikkan. Itu menunjukkan persiapan dan kesungguhan siswa menghadapi ujian nasional ada peningkatan. Meski demikian, kami masih prihatin karena persentase siswa yang tidak lulus masih di atas 10 persen," kata Baskoro.
Dijelaskan, untuk tahun ini, total siswa SMP se-DIY yang mengikuti ujian nasional sebanyak 41.725 dan yang tidak lulus sebanyak 3.771 orang. Sedang untuk kategori MTs, kata dia, peserta ujina nasional sebanyak 5.747 siswa dan yang tidak lulus sebanyak 941 orang.
Untuk kategori SMP Terbuka, peserta ujian nasional sebanyak 401 siswa dan hampir separuhnya atau 196 siswa gagal lulus ujian.
Menurut dia, persentase angka siswa yang tidak lulus ujian nasional terbesar berada di Kabupaten Gunungkidul yaitu mencapai 13,04 persen atau 1.353 siswa dari 10.378 peserta. Kemudian, Kabupaten Kulonprogo sebesar 10,58 persen atau 686 siswa dari 6.501 peserta.
Di Kabupaten Sleman, siswa yang tidak lulus sebanyak 1254 siswa atau 10,50 persen dari total 11.940 peserta.
Kabupaten Bantul dari total peserta 11.058 yang gagal sebesar 9,69 persen atau 1.071 siswa. Sementara Kodya Yogyakarta dari 7.996 peserta terdapat 542 siswa atau 6,78 persen yang tidak lulus Ujian Nasional.
SYAIFUL AMIN
INDEKS BERITA LAINNYA :
|