|
Polisi Sisir Bom di Tepian Bengawan Solo
Kamis, 28 Juni 2007 | 15:08 WIB
TEMPO Interaktif, Blora:Tim penjinak bahan peledak (jihandak) Brimob Pati melakukan penyisiran di sepanjang tepian Bengawan Solo di Kampung Kebun Kelapa, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, Kamis (28/6) pagi.
Tim beranggotakan enam orang dibantu anggota Polsek Cepu itu membawa peralatan penjinak bom, seperti detektor dan logam peredam bahan peledak. Tim yang dipimpin Kepala Polsek Cepu Ajun Komisaris Laode Amani ini menyisir titik ledakan bom, berupa kubangan berdiameter 3,20 meter dan kedalaman 1,5 meter yang kini telah dilingkari dengan police line.
Dari kesimpulan sementara tim jihandak, bom jenis roket (bukan rudal) tersebut punya daya ledak tinggi. Daya jangkau suaranya jika meledak bisa mencapai 4 kilometer dan mampu menghancurkan minimal 200 dari titik ledakan.
Tim jihandak juga mencocokkan bom jenis roket yang pernah ditemukan pada akhir Januari lalu, juga di perairan Bengawan Solo. Bom yang kini disimpan di Markas Jihandak Brimob Pati itu, berukuran panjang 83 sentimeter, diameter 30 sentimeter, berat 49 kilogram.
Sementara itu, Laode Amani mengatakan hingga kini pihaknya masih mencari Rusdi, warga Ketapang Cepu, yang diduga menggergaji bom itu hingga kemudian meledak. Dia mengatakan Rusdi bisa menjadi saksi kunci atas meledaknya bom di tepian Bengawan Solo. "Sudah dicari, tapi sampai sekarang ini memang belum ketemu," tegasnya.
Seperti diketahui, sebuah bom yang belakangan diketahui jenis roket, meledak di tepian Bengawan Solo di Kota Cepu, Blora, Jawa Tengah, Rabu, siang. Tak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi pukul 14.00 waktu setempat itu. Satu orang mengalami luka, yakni Mariono, pemancing yang terkena serpihan rudal.
Sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|