|
Insiden Tarian RMS
Mahasiswa Maluku di Yogya Tuntut Aparat Usut Tuntas
Sabtu, 30 Juni 2007 | 14:14 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Ikatan mahasiswa dan pelajar Maluku di Yogyakarta mendesak aparat mengusut tuntas insiden tarian Cakalele di lapangan Merdeka Ambon. Menurut mereka, insiden pada Jumat (29/6) lalu yang diperlihatkan sekelompok orang dengan membawa bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan upaya separatis sehingga harus ditindak tegas.
”Kami, para pelajar dan mahasiswa Maluku mengutuk keras yang menamakan diri kelompok Republik Maluku Selatan. Aparat keamanan harus segera menangkap aktor intelektual di balik insiden itu," kata Ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Maluku di Yogyakarta, Glennd Engko didampingi sekretarisnya, Husein Djaya Renuat, Sabtu (30/6) di asrama mereka di Jalan Colombo Yogyakarta.
Insiden tari Cakalele terjadi saat Presiden Yudhoyono menghadiri acara Hari Keluarga Nasional ke-14 di Lapangan Merdeka, Ambon. Sesudah Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu membacakan sambutan, sebanyak 28 orang bertelanjang dada dengan atribut parang kayu dan berikat kepala serta ikat pinggang bendera RMS memasuki arena upacara. “Penari liar” yang menerobos masuk itu hendak mengibarkan bendera RMS berukuran besar. Tapi, pasukan pengamanan berhasil menghalau mereka.
Menurut Glennd, para pelaku dan aktor insiden itu harus dihukum seberat-beratnya karena jelas-jelas menunjukkan upaya separatis.
Para pelajar dan mahasiswa Maluku juga meminta agar masyarakat Maluku tidak terpancing dengan provokasi tersebut. Bahkan sebaliknya, masyarakat Maluku harus konsisten untuk menjaga situasi yang damai dan tetap menjaga keutuhan Maluku sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Syaiful Amin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|