Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Di Hari Bhayangkara, Polisi Didemo Mahasiswa
Senin, 02 Juli 2007 | 13:23 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Sekitar 20 mahasiswa yang mengklaim dari Bandung Police Watch berunjuk rasa di kantor Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung, Senin (2/7). Mereka mengecam kelalaian Polri mengantisipasi masuknya penari liar yang membawa bendera Republik Maluku Selatan ke arena peringatan Hari Keluarga Nasional yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ambon, Maluku beberapa waktu lalu. Para mahasiswa menuntut Kepala Polri dan petugas keamanan dipecat terkait dengan insiden tersebut.

“Kami juga menuntut kepolisian menghentikan praktek korupsi seperti pungli yang dilakukan aparat polisi sendiri,” ujar Hamzah, dari Bandung Police Watch.

Selain itu, Hamzah melanjutkan, pihaknya juga menuntut kepolisian menghentikan penanganan dengan kekerasan fisik terhadap aksi unjuk rasa masyarakat, atau juga terhadap para pelaku tindak kriminal. “Mulai saat ini, di usia yang ke-61, polisi harus memperbaiki kinerjanya dengan cara mengoreksi diri,” katanya.

Di sela unjuk rasa, para pendemo sempat menyerahkan setangkai bunga mawar merah kepada Kepala Bagian Operasi Polwiltabes Bandung, AKBP Nasri Wiharto yang menerima mereka. “Saya mewakili Polwiltabes Bandung mengucapkan terima kasih atas kritik konstruktif dari mahasiswa,” kata Nasri.

Nasri juga menegaskan, pimpinan Polri sudah bertekad untuk memperbaiki kinerja dengan program utama 'Polisi Mitra Masyarakat'. Nasri pun meminta mahasiswa tetap menyampaikan kritik yang konstruktif dan tidak anarkhis.

Sementara di Cirebon, Kepala Polwil Cirebon, Komisaris Besar Polisi Bambang Puji Raharjo menyatakan kalau pekerjaan rumah terbesar kepolisian saat ini adalah bagaimana meningkatkan profesionalisme anggota. "Saat ini yang terpenting adalah bagaimana membangunkan anggota yang tengah "tidur" agar mereka bisa bangkit untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," ujar Bambang sesuai upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-61 di Polsek Weru, Kabupaten Cirebon.

Khusus di wilayah Polwil Cirebon sendiri, Bambang mengungkapkan, permasalahan yang lebih menonjol di masyarakat adalah bagaimana caranya menangani tawuran masyarakat yang sudah terlanjur menjadi ciri khas di wilayah ini.

Untuk itu, Bambang meminta kepada setiap Polres yang ada di wilayah kerja Polwil Cirebon untuk bisa bekerja secara aktif membina masyarakat di daerahnya. "Kita tidak boleh bangga jika ditakuti masyarakat. Justru kita harus aktif bekerja sama dengan masyarakat dalam rangka kerja sama dan pembinaan".

Erick Priberkah Hardi, Ivansyah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk102937 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Dua Partai di Nusa Tenggara Barat Gagal Verifikasi
Kebocoran Gas di Kamal Muara Dapat Diatasi
Venus Juara Wimbledon Kelima Kalinya
Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data