Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banten Hadapi Empat Kelompok Kejahatan
Senin, 02 Juli 2007 | 19:09 WIB

TEMPO Interaktif, Serang:Kepala Polda Banten Brigjen. Timor Pradopo mengatakan, ada empat kelompok kejahatan yang mengancam keamanan di Banten. Kelompok tersebut yakni kejahatan konvensional berupa pencurian, perampokan dan penipuan, kejahatan trans nasional berupa pengedaran narkoba, pembalakan liar, dan kejahatan terhadap kekayaan berupa korupsi, serta konflik masyarakat.

"Empat kelompok kejahatan ini menjadi embrio timbulnya masalah yang menyebabkan tidak stabilnya keamanan," kata Timor dalam pidato yang dibacakan saat memimpin upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-61 di Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (2/7).

Untuk itu, saat ini dibutuhkan polisi yang profesional, untuk mencegah agar empat ancaman kejahatan tidak menilbulkan gejolak dimasyaraka. "Pemerintah
juga terus berupaya meningkatkan jumlah personil Polri dengan maksud memenuhi angka perbandingan 1 polisi mengayomi sekurangnya 500 warga," demikian tertulis dalam sambutan tersebut.

epala Bidang Humas Polda Banten, AKBP. Aminudin menyebutkan, berdasarkan data Juli 2006 - Juni 2007, tercatat 1.416 kasus yang ditangani oleh Polda Banten.

Dari jumlah itu, kasus yang proses hukumnya telah diselesaikan Polda Banten berjumlah 978 kasus. "Artinya 31 persen kasus lagi masih dalam proses, termasuk kasus ijazah palsu Bupati Lebak Jayabaya," katanya.

Menurut Aminudin, setiap 4,5 jam terjadi 1 kasus kejahatan di Banten. Kasus yang paling menonjol yakni perjudian. Dari catatan Polda selama kurun waktu April hingga Juni 2007 terdapat 67 kasus perjudian dan 38 kasus narkoba.

Sementara itu, sejumlah pekerjaan rumah berupa kasus kriminal membayangi Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Bandung. Pekerjaan rumah terbesar adalah kasus perampokan bersenjata toko emas ABC di jalan Terusan Pasir Koja, Bandung yang mengakibatkan dua korban tewas dan enam korban luka tembak diantaranya empat orang polisi, April lalu.

“Sampai sekarang kasus perampokan toko ABC belum lagi menemukan titik terang, ini PR terbesar kita di Polwiltabes Bandung,” kata Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung, Komisaris Besar Polisi, Bambang Suparsono, Senin (2/7).

Menurut dia, hingga kini belum satupun dari enam orang kawanan perampok bersenjata tersebut yang tertangkap.
“Tapi tentu saja tim gabungan Polwiltabes (Bandung) dan Polda Jabar terus melakukan penyelidikan ke berbagai daerah,” Bambang menambahkan.

Hal senada dikemukakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi, Dade Achmad. “Meskipun pelakunya masih gelap, kita (Polda) terus melakukan pengejaran berkoordinasi dengan polisi di daerah lain,” katanya saat dihubungi Tempo Senin (2/7).

Faidil Akbar | Erick Priberkah Hardi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Di Hari Bhayangkara, Polisi Didemo Mahasiswa

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk102973 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data