|
Pembelian Susu di Kediri Dibatasi
Selasa, 03 Juli 2007 | 11:48 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Aksi pembelian besar-besaran berbagai produk susu oleh konsumen membuat sejumlah swalayan dan toko di Kota Kediri, Jawa Timur, membatasi jumlah pembelian. Konsumen hanya diperbolehkan membeli tiga kemasan susu untuk satu merek dari berbagai ukuran.
Di rak-rak dan etalase penjualan susu diberi label bertuliskan "Pembeli Hanya Diperbolehkan Membeli Susu Maksimal 3 Pcs Untuk Tiap Merek."
"Sejak tanggal 1 Juli 2007 menajemen swalayan kami memberlakukan peratuan membatasi jumlah pembelian. Hal ini terpaksa kami lakukan karena banyak konsumen yang membeli pruduk susu dalam jumlah banyak, hingga mencapai satu mobil," kata Budi Bagio, salah seorang pramuniaga di Golden Swalayan di Jalan, Kota Kediri, Selasa (3/7).
Menurut Budi, aksi borong susu terjadi menjelang akhir Juni 2007. Para konsumen rata-rata membeli susu untuk balita dan anak-anak dalam jumlah besar. Para konsumen bukan hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Kediri saja, melainkan juga berasal dari daerah di sekitar kediri, di antaranya dari Kabupaten Nganjuk, Tulungaguang dan Blitar.
"Melihat situasi yang sudah meresahkan, kami memberlakukan peraturan pembatasan jumlah pembelian. Tiap pembeli hanya diperbolehkan membeli maksimal tiga kemasan produk susu dalam satu merek. Jika lebih, tidak boleh. Agar pembelian merata ke seluruh masyarakat," jelas Budi Bagio yang khusus menangani penjualan produk susu.
Terkait harga, menurut Budi tidak ada kenaikan signifikan sejak bulan Mei 2007. Menurutnya, rata-rata kenaikan harga hingga kini berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Hingga kini Golden Swalayan belum menaikkan harga lagi.
"Para konsumen mungkin panik dengan adanya pemberitaan di media massa yang menyebutkan harga susu kemungkinan akan naik hingga 100 persen. Kami sendiri masih menjual susu dengan harga stok lama," kata Budi.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|