|
Polisi Terus Memburu Tersangka Pelaku Mutilasi
Selasa, 17 Juli 2007 | 19:52 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Kepolisian hingga kini masih berusaha mencari informasi mengenai keberadaan tersangka pelaku mutilasi terhadap warga Kebon Gedang, Kiaracondong, Bandung, Asep Ridwan Saefulloh. “Belum ada kabar,” kata Kepala Polsek Kiaracondong, AKP Ferry Irawan saat dihubungi Selasa (17/7).
Menurut Ferry, pihaknya hanya dilibatkan dalam investigasi saat aparat dari Polsek Cakung membawa para saksi mata menyusuri stasiun beberapa hari lalu. Setelah itu, Polsek Kiaracondong tidak terlibat lagi. “Perkembangannya Cakung yang tahu,” katanya.
Sementara itu seorang sumber di kepolisian mengatakan, Polsek Kiaracondong sudah meminta semua petugasnya untuk tetap mencari tersangka pelaku mutilasi, AD, di wilayah Kiaracondong, Cicadas, dan Cicaheum.
Dia menuturkan, beberapa waktu lalu, pihaknya sempat mengumpulkan orang-orang bernama AD di sekitar Kiaracondong untuk ditunjukkan kepada para saksi. “Tapi menurut para saksi, orang-orang itu bukan si tersangka,’katanya.
Dia menandaskan, pihaknya hingga kini hanya melakukan penyelidikan di wilayah kewenangan Polsek Kiaracondong. “Pencarian di Padalarang langsung ditangani (Polisi) Cakung,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, sebelum berangkat ke Jakarta bersama tersangka AD, Asep Ridwan sempat menggelandang selama empat hari lima malam di sekitar stasiun Padalarang. Mendiang sempat mengikuti ajakan beberapa anak jalanan di Padalarang untuk menginap di rumah singgah anak jalanan milik Yayasan Maju Mandiri.
Di Yayasan beralamat RT 01 RW 14 kampung Babakan Desa Kertajaya, Padalarang itu, Asep hanya menginap semalam. Empat malam sisanya, dia menginap di kereta jurusan Padalarang-Cicalengka yang tiap hari parkir di Stasiun Padalarang. Asep diketahui meinggalkan Padalarang menuju Jakarta pada Sabtu pagi (1/7). Dia pergi bersama tersangka AD menumpang kereta api jurusan Bandung-Purwakarta.
Ketua Yayasan Maju Mandiri, Dadang Suherman, 39 tahun, mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan Asep Ridwan. Dia hanya mendengar dari beberapa anak asuhnya, bahwa Asep pernah menginap di Yayasannya.
Dadang mengakui, petugas dari Kepolisian Sektor Cakung, Jakarta Timur sempat mendatangi kantornya, Jumat (13/7). Namun, dia menyangkal polisi tersebut telah memeriksanya. Menurut dia, polisi hanya meminta izin untuk membawa salah seorang anak asuhnya untuk dimintai keterangan seputar Asep Ridwan di Jakarta. “Dia (polisi dari Polsek Cakung) akan mengembalikan si anak pada hari Minggu (15/7),” katanya.
Yayasan Maju Mandiri terletak terletak di dalam sebuah gang sempit di tepi sawah kampung Babakan Desa Kertajaya Padalarang. Dari jalan raya Padalarang jaraknya sekitar satu kilometer. Menurut Dadang, yayasannya didirikan pada 1999, namun baru memiliki akta notaris pada 2004.
Saat Tempo berkunjung beberapa waktu lalu, di yayasan itu tampak berkumpul sekitar 10 anak dengan pakaian lusuh. Mereka sedang bercengkrama di sebuah ruangan 2 x 4 meter yang atapnya tampak bobrok “Anak-anak memanggil saya Babe. Mereka menyebut yayasan ini (Yayasan Maju Mandiri), Yayasan Babe,” tandas Dadang alias Babe.
Erick Priberkah Hardi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|