Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Warga Sekitar Waduk Jatiluhur Belum Nikmati Listrik
Rabu, 01 Agustus 2007 | 11:08 WIB

TEMPO Interaktif, Purwakarta:Sebanyak 1.800 keluarga miskin di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sampai saat ini belum menikmati jaringan listrik. Ironisnya, kebanyakan dari mereka tinggal di seberang Danau Jatiluhur yang menghasilkan energi listrik untuk kepentingan interkoneksi Jawa-Bali.

Wawan T Setiawan, Kepala Kantor Pertambangan dan Energi Kabupaten Purwakarta, mengatakan pemerintah daerah tak cukup punya dana untuk memberikan layanan pemasangan listrik gratis buat keluarga miskin tersebut. "Kita hanya bisa mengandalkan dana bantuan dari pemerintah provinsi," ujarnya.

Pada tahun ini, dana bantuan provinsi untuk pemasangan jaringan listrik gratis buat keluarga miskin itu hanya menjangkau 670 keluarga saja. "Sisanya mungkin diajukan kembali pada anggaran tahun depan," tutur Wawan. Ia berjanji akan memprioritaskan jaringan listrik gratis keluarga miskin yang berada di wilayah seberang Danau Jatiluhur terlebih dahulu.

Menurutnya, warga di sana sudah memberikan jasa yang sangat besar buat kepentingan pembangunan Waduk Jatiluhur yang memproduksi listrik, tapi mereka sendiri masih belum menikmati jerih payahnya tersebut.

"Ironis memang, sampai sekarang masih banyak warga kami yang belum menikmati listrik," kata Irwan, tokoh warga Kecamatan Sukasari. Menurutnya, sekarang lah saatnya kalau pemerintah mau peduli terhadap warga di lima desa yang berada di Kecamatan Sukasari seberang Danau Jatiluhur itu.

Data dari Kantor Pertambangan dan Energi Kabupaten Purwakarta menyebutkan, 192 desa dan kelurahan yang ada di Purwakarta seluruhnya telah tersentuh jaringan penerangan listrik. Tetapi, belum semua warga menikmatinya. Baru 67 persen saja yang sudah menikmati penerangan listrik pedesaan.

NANANG SUTISNA

Dari Arsip Majalah TEMPO
Surat Pembaca | 11 April 2005
Ramai Kaget Tagihan Naik | 17 Januari 2005
Belum Rugi, Hanya Ragu | 20 Desember 2004
Waswas Tercekik di Tangan Swasta | 20 Desember 2004
Buang Jauh Mimpi itu | 20 Desember 2004
Buah Kekalahan Pertamina | 20 Desember 2004
Rp 157 Miliar Akibat Listrik Padam  | 24 Mei 1999
Asal Tak ke Jenewa  | 24 Mei 1999
Wajah PLN Setelah Dipermak Nanti  | 04 Mei 1999
Habis PLN Terbitlah Bursa Listrik  | 04 Mei 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sistem Kelistrikan Sumatera Utara dan Aceh Belum Ideal
Defisit Listrik Sumatera Akan Teratasi Akhir 2007
Kantor Pos se-Jawa Barat dan Banten Terima Pembayaran Tagihan Listrik
Empat Wilayah Masih Krisis Listrik
PLN Butuh Rp 40 Triliun Untuk Perkuat Jaringan Listrik
Buaya Ancam Pasokan Listrik PLTU Suralaya
1.100 Rumah Warga di Madiun Belum Dialiri Listrik
Rp 1,5 Triliun Terselamatkan dari Operasi Pencurian Ikan
Gardu Transmisi Listrik Porong Harus Dipindahkan
Komite Manajemen Aturan Jaringan Listrik Dibentuk
> selengkapnya...

Referensi

UU RI nomor 20 Tahun 2002 Tentang Ketenagalistrikan

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
PT PLN (Persero)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104725 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data