Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Belasan Telaga di Wonogiri Mengering
Kamis, 02 Agustus 2007 | 12:05 WIB

TEMPO Interaktif, Wonogiri: Belasan telaga yang menjadi sumber air bersih di Kabupaten Wonogiri mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga terpaksa membeli air bersih dari pedagang air keliling. Per tanki harganya mencapai Rp 100 ribu.

"Pemerintah kabupaten juga sudah menyalurkan air bersih ke daerah yang sudah tidak memiliki sumber air bersih," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Wonogiri Teguh Setyono, Kamis (2/8). Meski sudah terasa dampak dari musim kering itu, kata Teguh, namun tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

Di Kecamatan Pracimantoro, misalnya, dari 19 telaga hanya 6 telaga yang masih berair, meski volumenya tidak lebih dari 50 persen. Menurut Kepala Seksi Sosial Pemerintahan Kecamatan Pracimantoro Nunuk Hartiningsih, kekeringan merupakan bencana tahunan di Wonogiri bagian selatan. Ada 30 desa di enam kecamatan di Wonogiri selalu mengalami kekurangan air bersih pada saat musim kemarau.

Pemerintah Wonogiri membutuhkan dana sekitar 4,2 miliar untuk mengatasi kesulitan air bersih. Dana itu akan digunakan untuk pengadaan air bersih sebanyak 42.043 tangki. Sedangkan anggaran pemerintah kabupaten sangat minim. Teguh menyebutkan, dalam APBD tahun ini hanya disediakan dana sebesar Rp 95 juta. Bupati Wonogiri sendiri telah meminta bantuan dari Pemerintah Propinsi. "Dana APBD belum kami keluarkan karena daya beli warga untuk membeli sendiri air bersih masih kuat," katanya.
Imron Rosyid

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bubur Asin Biji Asam | 28 Maret 2005
Air Prancis, Air Inggris di Jakarta  | 29 Desember 1998
Dari Kekeringan ke Banjir Bandang  | 29 Desember 2003
Surat Pembaca | 15 September 2003
Berjuang demi Setitik Air | 18 Agustus 2003
Jarum Jam Tak Jalan Mundur  | 29 Juni 2003
Berebut Air Bersih di Bandung  | 09 Juni 2003
Ratusan Tewas Kepanasan  | 02 Juni 2003
Mengantisipasi Krisis Pangan  | 24 Pebruari 2003
Dimasuki 2 Wartawan | 31 Desember 1977
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jawa Tengah Mulai Kekurangan Air Bersih
Kekeringan Ancam 47 Ribu Warga Boyolali
Petani Kediri Diminta Tanam Palawija
Warga Merapi Mulai Terima Bantuan Air Bersih
Jawa Tengah Siapkan Rp 15 Miliar untuk Atasi Kekeringan
Kekeringan di Wonogiri Makin Parah
18 Kabupaten di Jawa Tengah Kekeringan
7 Kecamatan di Ngawi Kekeringan
16 Kecamatan di Gunungkidul Mulai Kekeringan
Enam Kecamatan di Sragen Rawan Kekeringan
> selengkapnya...

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104806 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data