Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ratusan Koperasi di Kabupaten Malang Bermasalah
Jum'at, 03 Agustus 2007 | 15:25 WIB

TEMPO Interaktif, Malang:Kebijakan pemerintah pusat menghentikan pemberian fasilitas atau bantuan lain pada koperasi sejak sepuluh tahun silam dianggap sebagai penyebab banyaknya koperasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, menghentikan kegiatannya untuk sementara. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan setempat merilis, koperasi yang vakum berjumlah 145 dari 612 koperasi.

"Pemberian fasilitas oleh pemerintah sejak sepuluh tahun lalu menjadi motivasi pendirian koperasi. Dulu pertumbuhan koperasi meningkat pesat, sekarang tidak lagi. Bahkan ada 145 koperasi yang vakum sejak pemerintah menghentikan pemberian fasilitas bagi pihak-pihak yang ingin mendirikan koperasi atau bantuan pada koperasi-koperasi yang sudah beroperasi," kata Muhammad Sjakur Kullu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Malang, Jumat (3/8).

Kullu mengatakan fasilitas yang sebelumnya diberikan pemerintah mencakup permodalan sampai kemudahan mendapatkan surat izin usaha untuk mendirikan koperasi.

Kullu juga mengakui banyak pengelola koperasi yang kemudian malas-malasan dan malah tak aktif mengurus koperasinya setelah fasilitas diberikan. Banyak pihak hanya mengincar bagian dari dana untuk mendukung gerakan pembentukan dan pemberdayaan
koperasi sebesar Rp 45 miliar. Dana ini disediakan pemerintah pusat lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, serta Pemerintah Kabupaten Malang lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Meski demikian, Kullu optimistis pihaknya akan kembali melakukan penataan kelembagaan koperasi sehingga kinerja seluruh koperasi semakin baik. Pihaknya segera melakukan pendidikan dan pelatihan tentang kewirausahaan koperasi. Upaya lain adalah menggabungkan koperasi-koperasi yang lemah menjadi satu koperasi, dan menggabungkan koperasi yang kuat dengan koperasi yang lemah. "Di-merger dulu, baru dilikuidasi," katanya.

Untuk mewujudkan upaya itu, kata Kullu, pihaknya terkendala oleh banyaknya koperasi yang tidak memiliki alamat jelas, ditambah tak adanya struktur kepengurusan yang sahih.

Abdi Purmono

Dari Arsip Majalah TEMPO
Berbau Amis | 16 Oktober 1976
Koperasi Untuk Abang | 29 November 1975


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jawa Timur Bantu Koperasi Rp 17 Miliar
Ratusan Koperasi di Jember Tidak Sehat
Separuh Koperasi di Yogyakarta Gulung Tikar
Yogyakarta Tertibkan Keberadaan Koperasi
1.100 Koperasi di Yogyakarta Gulung Tikar
Pertumbuhan Anggota Koperasi Dinilai Rendah
200 Koperasi Kecil Terancam Ditutup
Depkop Salurkan Rp 45,5 Miliar Bagi Usaha Kecil Menengah
Pejabat DKI Diperiksa Terkait Korupsi Busway
Dana Koperasi Dinilai Tak Tepat Sasaran
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104886 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data