|
Mahasiswa Tolak Pengadaan Laptop Anggota Dewan
Senin, 06 Agustus 2007 | 12:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 30 orang mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bandung berunjuk rasa di halaman DPRD Kota Bandung, Senin (6/8).
Mereka menuntut pemerintah Kota Bandung membatalkan pengadaan laptop untuk 22 anggota DPRD senilai Rp 400 juta. Mereka menilai laptop tersebut terlalu mewah untuk anggota dewan. "Harganya terlalu mahal sehingga tidak efisien jika dibandingkan dengan kinerja anggota dewan, kata Ketua KAMMI Bandung, Ngatifudin Firdaus. "Kami menolak mentah-mentah pengadaan laptop untuk anggota dewan itu," tambahnya.
Ngatifudin menambahkan, ketimbang untuk membeli laptop anggota dewan, lebih baik digunakan untuk membiayai peningkatan kesejahteraan rakyat. "Anggaran pendidikan Kota Bandung sekarang hanya 3,9 persen dari APBD. Padahal harusnya menurut undang-undang dasar 20 persen," katanya.
Adapun angka pengangguran Kota Bandung tahun 2006, ia melanjutkan, mencapai 155 ribu orang. Sementara sebanyak 396 ribu orang tercatat sebagai fakir miskin.
Sementara itu anggota panitia anggaran DPRD Kota Bandung, Deni Mursani menyatakan, laptop merek Sony TX-56 dengan spesifikasi tinggi tersebut, diperlukan anggota dewan. Terutama saat rapat dengan eksekutif maupun dengan masyarakat. "Penentuan harganya dihitung berdasarkan spesifikasinya," kata Deni.
Adapun spesifikasi laptop tersebut, kata dia, adalah laptop ukuran 11 inci dengan kemampuan akses file grafis ukuran besar dan sarana internet berkecepatan tinggi. "Kerja anggota dewan bukan cuma mengetik," kata dia. ERICK P.HARDI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|