|
Perhutani Surakarta Tak Punya Dana Khusus Penanganan Kebakaran
Selasa, 07 Agustus 2007 | 08:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mengantisipasi kebakaran hutan di wilayah kerjanya, Perum Perhutani KPH Wilayah Surakarta membentuk Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar). Namun keterbatasan anggaran dan personel, pemantauan terhadap wilayah hutan yang rawan kebakaran, terutama di jalur pendakian Gunung Lawu, Perhutani menggantungkan peran masyarakat. "Kami tidak punya alokasi khusus untuk antisipasi kebakaran hutan," kata Wakil Administratur KPH Surakarta, Mustopa kepada TEMPO, Selasa (7/8).
Sekitar 10 hektar hutan Perhutani yang berada di Pegunungan Lawu rentan terhadap kebakaran. Akhir pekan lalu titik api bahkan sudah muncul di jalur pendakian. Sekitar 2 hektar hutan terbakar. Kebakaran ini diduga akibat ulah pendaki gunung yang membuang putung rokok sembarangan. Menurut Mustopa, pihaknya sebenarnya sudah mengingatkan agar setiap pendakian disertai dengan pemandu. "Titik yang paling rawan memang pada jalur pendakian," ujarnya.
Pada tahun lalu, sekitar 900 hektar hutan di Pegunungan Merbabu dan Lawu terbakar. Penanganan kebakaran di hutan Perhutani sebagian besar dilakukan oleh masyarakat sendiri. Menurut Mustopa, pihaknya hanya memiliki paling banyak 300 orang petugas yang tergabung dalam Satdalkar. Mereka bertugas untuk memantau dan menjadi penggerak tenaga masyarakat di setiap resort wilayah hutan yang menjadi bagiannya. imron rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|