|
Tanaman Puso di Indramayu Meningkat Dua Kali
Selasa, 07 Agustus 2007 | 19:15 WIB
TEMPO Interaktif, Indramayu:Luas areal tanaman padi yang mengalami puso di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat semakin meluas. Kalau sebelumnya hanya 67 hektare, sejak 31 Juli lalu areal tanaman padi yang puso mencapai 123 hektar.
Menurut Kepala Sub Dinas tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Toto Kusmarwanto, areal tanaman padi yang mengalami puso bisa saja terus bertambah. "Dikarenakan masih adanya sejumlah kecamatan yang belum melaporkan areal tanaman padi yang mengalami kekeringan dan puso di wilayahnya," ia memberikan alasan.
Areal tanaman padi yang mengalami puso tersebar di lima kecamatan, Kandanghaur, Haurgeulis, Gantar, Cantigi dan Arahan.
Selain mengalami puso, lahan seluas 9.065 hektare pun saat ini kekurangan air. "Tanaman padi yang kekurangan air tersebar di 13 kecamatan," tutur Toto.
Kepala Badan Koordinas Wilayah Cirebon, TB. Hisni menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan aparat kepolisian akan melakukan penjagaan di ratusan pintu-pintu air yang terdapat di Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon dan Indramayu. "Pintu-pintu air yang akan mendapatkan penjagaan ketat terutama yang terletak di daerah perbatasan, seperti di daerah Gegesik, Kabupaten Cirebon," tuturnya.
Daerah Gegesik, lanjut Hisni, merupakan wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon dan Indramayu. Di daerah ini terdapat pintu air yang mengalirkan air ke dua kabupaten tersebut. Di musim kemarau seperti ini, di mana air semakin menipis, dikhawatirkan terjadi perkelahian antar warga, bahkan antar kampung karena berebut air untuk menyelamatkan tanaman padi.
Adanya perebutan air terutama di tiga kabupaten tersebut menurut Hisni dikarenakan mereka mengandalkan pasokan air dari Bendung Rentang, yang terletak di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. "Air dari Bendung Rentang digunakan untuk pertanian di tiga kabupaten, maupun air baku untuk PDAM di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu," katanya.
Ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|