|
Investor PT Add Farm Minta Aser Ade Suhidin Disita
Rabu, 08 Agustus 2007 | 15:31 WIB
TEMPO Interaktif, Cirebon: Ribuan investor PT Add Farm (Ade Sumber Hidup Dinamika) meminta agar seluruh aset milik Ade Suhidin, terutama yang berada di Cirebon, disita. Hasil sitaan itu kemudian dilelang dan dikembalikan kepada mereka.
Keinginan tersebut diungkapkan oleh seorang investor yang saat ini masih bekerja di sebuah bank swasta di Kota Cirebon, Sugeng. Sekitar 2003 lalu, Sugeng menginvestasikan uang saya sebesar Rp 350 juta di PT Add Farm. Ia mengaku tergiur dengan keuntungan berlipat ganda yang ditawarkan Ade Suhidin, pemilik PT Add Farm. Namun ternyata hingga kini ia baru menerima sekali pembayaran sebesar Rp 6 juta. "Setelah itu sama sekali tidak ada kabar beritanya. Uang saya pun sudah lenyap tak berbekas," katanya.
Hal yang sama diungkapkan Romlah, 62 tahun. Ia menginvestasikan uang pensiunnya sebagai pegawai sebuah bank sebesar Rp 120 juta. "Saya benar-benar tergiur dengan tawaran keuntungan setiap bulannya," tuturnya. Nasibnya sama dengan investor lain. Ia hanya sekali mendapatkan bagi hasil dari investasinya, Rp 6 juta. "Setelah itu, saya sama sekali tidak pernah mendapatkan uang saya lagi," katanya.
Juju (60) pun mengungkapkan hal yang sama. Ia menginvestasikan uang pensiunannya sebesar Rp 120 juta empat tahun silam. "Namun ternyata uang saya hanya kembali Rp 6 juta".
Ketiga investor PT Add Farm ini meminta kepada aparat hukum menyita semua aset milik Ade Suhidin untuk kemudian dibagikan kepada investor yang ada di Cirebon. "Untuk Cirebon saja terdapat sekitar 4.500 investor yang menanamkan modal di PT Add Farm," tutur ketiganya.
Mereka mengkau hanya mengharapkan uang kembali, walaupun tanpa keuntungan sedikitpun. "Saya malu. Sekarang saya harus minta uang kepada anak saya setiap bulan hanya untuk hidup," aku Juju.
Mereka bertiga sangat gembira dengan tertangkapknya Ade Suhidin dengan harapan uang mereka bisa kembali. "Jangan hanya uang petinggi TNI dan Polri saja yang dikembalikan. Kami pun menuntut uang kami dikembalikan," ujar Romlah.
Sementara itu Kejaksaan Negeri Kota Cirebon melum tahu soal pengiriman bos PT Add Farm, Ade Suhidin. "Memang rencananya akan dikirim kemari. Tetapi belum jelas kapan datangnya," tutur Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Cirebon, Herdinan.
Seperti diketahui, sekitar 2003 lalu, ribuan inverstor PT Add Farm tidak lagi mendapatkan bagian keuntungan atas investasi yang mereka tanamkan. PT Add Farm ri bergerak di bidang peternakan itik dan memiliki tiga peternakan di wilayah Cirebon. Namun kini, peternakan itik tersebut bangkrut dan lokasinya pun saat ini sudah kosong. Kantor PT Add Farm yang terletak di Hotel Kharisma pun saat ini ditutup, sehingga investor tidak bisa lagi menanyakan keberadaan uang mereka. Hotel Kharisma sendiri merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh Ade Suhidin yang hingga kini masih beroperasi.
Ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|