Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Gempa Goncang Wilayah Eks-Karesidenan Kediri
Kamis, 09 Agustus 2007 | 12:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga masyarakat di wilayah Eks-Karesidenan Kediri yang meliputi Kabupaten/Kota Blitar, Tulungagung. Trenggalek, Kediri dan Nganjuk, Jawa Timur, panik akibat adanya goncangan gempa pada Kamis (9/8) sekitar pukul 00.05 wib dini hari. Gempa yang berlangsung sekitar 21 detik itu membuat masyarakat berlarian ke luar rumah karena ketakutan. Karena panik dan ketakutan, banyak warga yang memilih berjaga dan tidur di luar rumah.

"Saya kaget dan terbangun ketika melihat lemari di kamar saya berguncang-guncang seperti mau roboh. Saya langsung mengangkat anak-anak saya ke luar rumah. Takut kalau terjadi sesuatu yang membahayakan," kata Sri Ekaprapti, salah seorang warga Bandarkidul, Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (9/8).

Menurut Sri, saat dia berlari ke luar rumah, goncangan
semakin terasa hingga dia nyaris jatuh terpeleset di lantai rumahnya. Begitu dia dan akan-anaknya sampai
di halaman rumah, gempa mereda dan kemudian berhenti.
"Wah, saya benar-benar takut. Karena takut muncul gempa susulan, saya tetap bertahan di luar rumah hingga subuh," kata Sri.

Di sekitar pusat pertokoan dan bisnis Jalan Dhoho, warga juga banyak yang berkerumun di jalanan dan trotoar karena ketakutan terhadap gempa. Mereka bertahan di jalanan hingga subuh. "Kami tidak berani berspekulasi. Demi menjaga keselamatan keluarga kami, lebih baik kami tinggal di luar rumah," kata Bambang, salah seorang warga Jalan Dhoho.

Di Kabupaten Nganjuk, sejumlah warga juga merasa ketakutan dan berhamburan ke luar rumah. Mereka ketakutan ketika tiba-tiba gempa menggoyang rumah mereka. Seperti di Kediri, warga di Nganjuk juga memilih tinggal di luar rumah hingga situasi benar-benar tarasa aman. "Memang hanya sekitar 20 detik terjadinya gempa. Tapi goncangannya sangat terasa. Kami berharap tidak terjadi gempa besar. Kami benar-benar masih ketakutan," kata Dwiani Mardiutami, salah seorang warga Payaman, Nganjuk, Kamis (9/8).

Gempa juga dirasakan warga yang tinggal di Kabupaten/Kota Blitar, Tulungagung dan Trenggalek. Sejauh ini tidak ada leporan tentang kerusakan dan korban akibat gempa. DWIDJO U. MAKSUM


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105234 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data