|
Kebanyakan Pelamar Polisi Tak Lulus Tes Kesehatan
Jum'at, 10 Agustus 2007 | 13:53 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Kebanyakan pemuda pelamar calon bintara polisi di Nusa Tenggara Barat (NTB) gugur seleksi karena alasan kesehatan. Mereka memiliki tubuh tidak tegap, bahkan ada yang berbahu miring. Ada juga yang menderita penyakit jantung.
“Seharusnya mereka cek kesehatan sebelum mendaftar,” ujar Kepala Polda Nusa Tenggara Barat, Brigjen. Pol. Wawan Hendrawan, Jumat (10/8).
Menurut Wawan, sekitar 95 persen pelamar calon bintara dari NTB tercoret karena kesehatan. Sementara 10 persen dari sekitar 1.000 pelamar menderita hepatitis. Tubuh mereka juga panuan, kudis, dan kaki X. Ada pula yang tidak bisa berenang sehingga tenggelam sewaktu berada di kolam renang. Ada juga yang sewaktu menjalani tes fisik, tidak mampu melakukan pull up (tarik badan).
Sebenarnya penerimaan calon bintara di Kepolisian Daerah (Polda) NTB diprioritaskan untuk putra daerah. Namun ironisnya, dari hasil tes psikologi menunjukkan kalau mereka sebenarnya tidak berminat menjadi polisi. Mereka mendaftar karena paksaan orang tua.
Menurut Wawan, kalau mereka kemudian menjadi polisi padahal sebenarnya tak ingin, itu akan merepotkan. Selama ini, Polda NTB cukup banyak menangani masalah anggotanya yang tidak disiplin menjalankan tugas dan disersi. “Sudah cukup banyak yang diberikan tindakan pemecatan dan sanksi,” ucapnya.
Dari 200 orang yang dijatah untuk diterima di Sekolah Polisi Negara di Belanting Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, hanya 180 yang diterima. Padahal sebenarnya sekolah ini berkapasitas 800 orang.
Supriyanto Khafid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|