|
Jalur Pendakian Gunung Lawu Rawan Kebakaran
Minggu, 12 Agustus 2007 | 14:19 WIB
TEMPO Interaktif, Karanganyar: Perum Perhutani Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Wilayah Surakarta mengingatkan, kawasan Gunung Lawu -- terutama yang menjadi jalur pendakian-- merupakan daerah rawan kebakaran. Setiap pendaki diminta melaporkan diri karena akan dipadu oleh petugas Perhutani untuk mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran. "Kami sudah membentuk Satuan Pengendali Kebakaran sebagai tenaga penggerak potensi masyarakat untuk mengantisipasi kebakaran hutan," kata Wakil Administratur KPH Surakarta, Mustopa, Minggu (12/8).
Hutan Gunung Lawu luasnya mencapai 10 ribu hektar. Belum lama ini kebakaran terjadi di jalur pendakian, tepatnya di Pos 1 dan Pos 2 pendakian dari Cemara Kandang, Tawangmangu.
Menurut Mustopa, pendakian dari pos pemberangkatan Tawangmangu lebih bisa dikontrol karena pada umumnya dipandu oleh petugas Perhutani. Berbeda dengan pendakian melalui jalur timur yang masuk lewat Magetan. Hampir tidak ada petugas yang mendapmingi pendaki. "Biasanya kebakaran terjadi karena kecerobohan para pendaki. Seperti membuang putung rokok sembarangan," katanya.
Selain jalur pendakian Gunung Lawu, daerah yang rawan kebakaran adalah hutan di Gunung Merbabu. Namun wilayah hutan di Merbabu, seperti halnya Merapi kini sudah beralih pengelolaannya. Mustopa mengatakan Hutan Merbabu dan Merapi diserahkan pengelolaan dan pengawasannya ke sebuah tim yang dibentuk oleh Taman Nasional Merbabu dan Merapi. Mustopa mengingatkan, tahun lalu di kawasan hutan Merbabu dan Merapi terjadi kebakaran hingga mencapai 900 hektar.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|