Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kekeringan di Banten Meluas
Senin, 13 Agustus 2007 | 11:49 WIB

TEMPO Interaktif, Serang:Kekeringan dan kelangkaan air bersih di Provinsi Banten terus meluas. Saat ini kekeringan tidak hanya melanda Kabupaten Lebak dan Serang, tetapi meluas hingga ke Cilegon dan Pandeglang.

Di Kota Cilegon kekeringan melanda Kecamatan Grogol dan Kecamatan Pulomerak. Dari delapan kelurahan di Kecamatan Gorogol, dua di antaranya dilanda kekeringan parah.

"Sudah tiga bulan kami kami dilanda kekeringan," ujar Muhyi, warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. Dia mengatakan kekeringan kali ini cukup parah. Tiga bulan lalu sebelum datang musim kemarau, warga di daerah ini sudah kesulitan air bersih.

Di Kabupaten Serang, akibat kekeringan, seluas 1.750 hektare tanaman padi mengalami puso. Sebelumnya, Agustus lalu, Dinas Pertanian mendata hanya 935 hektare yang mengalami kekeringan.

"Areal kekeringan memang meluas," kata Dadan Hermawan, Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Serang, Senin (13/8). Dia mengatakan lahan sawah yang mengalami kekeringan tersebar di 12 kecamatan.

Hermawan mengatakan saat ini Dinas Pertanian tengah mengoptimalkan bantuan pompa air yang diberikan kepada petani sehingga kekeringan tidak meluas ke wilayah pertanian lain.

Kekeringan juga melanda warga di Kabupaten Pandeglang. Ratusan warga di Kecamatan Panimbang, Angsana, Sumur, dan Pagelaran kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Mereka harus mengandalkan kiriman air bersih PDAM dari Kota Pandeglang. Untuk mendatangkan air bersih warga harus membayar ongkos kirim Rp 250 per tanki. Sedangkan warga di Kecamatan Sumur harus membeli air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Pandeglang Sah Suherjadi mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang turun tangan mengatasi kekeringan ini. Ia meminta dinas terkait jangan hanya melakukan investigasi atau pendataan, tapi harus segera mengirim bantuan.

"Kirim bantuan air, jangan hanya pintar berpolemik di koran," ujarnya kesal saat meninjau persiapan air di Kantor PDAM Pandeglang.

Faidil Akbar

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bubur Asin Biji Asam | 28 Maret 2005
Air Prancis, Air Inggris di Jakarta  | 29 Desember 1998
Dari Kekeringan ke Banjir Bandang  | 29 Desember 2003
Surat Pembaca | 15 September 2003
Berjuang demi Setitik Air | 18 Agustus 2003
Jarum Jam Tak Jalan Mundur  | 29 Juni 2003
Berebut Air Bersih di Bandung  | 09 Juni 2003
Ratusan Tewas Kepanasan  | 02 Juni 2003
Mengantisipasi Krisis Pangan  | 24 Pebruari 2003
Dimasuki 2 Wartawan | 31 Desember 1977
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ribuan Warga Situbondo Kekurangan Air
Kekeringan Yogyakarta Meluas
Dua Desa di Kawasan Baduy Luar Kekeringan
Belasan Telaga di Wonogiri Mengering
Jawa Tengah Mulai Kekurangan Air Bersih
Petani Kediri Diminta Tanam Palawija
Warga Merapi Mulai Terima Bantuan Air Bersih
Jawa Tengah Siapkan Rp 15 Miliar untuk Atasi Kekeringan
Kekeringan di Wonogiri Makin Parah
18 Kabupaten di Jawa Tengah Kekeringan
> selengkapnya...

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105403 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data