Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bocoran Air PDAM Ancam Lintasan Kereta Api
Senin, 13 Agustus 2007 | 13:37 WIB

TEMPO Interaktif, Purwakarta:Jaringan pipa utama air bersih milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Purwakarta, Jawa Barat, sudah sebulan ini bocor. Kebocoran tersebut dinilai membahayakan lintasan kereta api karena lokasi kebocoran berada tepat di bagian tiang penyangga pintu lintasan kereta api dan memanjang hingga tubir tanah penyangga bantalan rel.

Petugas penjaga lintasan pintu KA Simpang, Pasar Rebo, Sukarmin mengatakan, sejauh ini bocoran air pipa PDAM tersebut memang belum menimbulkan dampak yang serius. "Tapi jika tetap dibiarkan, saya khawatir tanah yang ada di bawah rel jadi ambles," katanya.

Jika itu terjadi, maka akan membahayakan lalu-lintas kereta api Bandung-Jakarta. "Saya inginnya diperbaiki secepatnya,” tegasnya. Ia juga menyatakan kalau sudah melaporkan kondisi tersebut ke pengelola stasiun dan kantor PT KAI Daops II Bandung.

Direktur Utama PDAM Purwakarta, Idi Suryadi mengatakan ingin secepatnya melakukan penggantian jaringan pipa utama distribusi air bersih itu. "Tapi ijin dari Daops II Bandung belum juga keluar," kata Idi.

Pipa yang bocor tersebut berdiameter 60 centimeter dan panjang 12 meter, merupakan jaringan pipa induk yang dibangun pada 1982. "Jadi pantas kalau sekarang mengalami korosi (pengkaratan) dan akhirnya bocor," kata Idi.

Gara-gara bocornya pipa tersebut, PDAM Purwakarta setiap hari merugi pasokan air bersih rata-rata 1.000 meter kubik yang setara dengan pelayanan untuk 500 konsumen.

Mateta Ziaul Haq, Juru Bicara PT KAI Daops II Bandung, mengatakan, pihaknya tidak mungkin mempersulit proses izin perbaikan. "Kalau proses administrasinya selesai, pasti langsung dikeluarkan izinnya," kata Mateta. Karena
lokasinya berada di lingkungan stasiun, menurut Mateta, mungkin ada persayaratan adinistrasi yang belum diselesaikan pihak PDAM.

Yang pasti, kata Mateta, PT KAI tidak akan membiarkan satu titik pun dari lintasan kereta berbahaya. “Apalagi itu di lingkuang stasiun.”

Nanang Sutisna


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tarif Air Tangerang Naik 100 Persen
Tarif Air di Bekasi Naik Bulan Depan
Biaya Investasi Air Bersih Umbulan Membengkak
PDAM Bekasi Minta DPU Dangun Gorong-Gorong
Warga Keluhkan Air PDAM Tangerang
DPRD Tangerang Minta PDAM Dijual

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105415 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data