|
Pengunjung Gunung Kelud Dilarang Mandi di Kawah
Senin, 13 Agustus 2007 | 14:07 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri: Kondisi alam yang tidak menentu membuat Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur melarang pengunjung Gunung Kelud mandi di kawah gunung yang masih aktif itu. Peringatan itu berkaitan dengan datangnya hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus. Setiap tanggal itu, gunung berada sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Kediri ini banyak didatatangi pengunjung.
"Kami mempersilahkan pengunjung memperingati hari kemerdekaan di puncak Gunung Kelud. Tapi kami memohon agar tidak mandi di kawah karena sangat berbahaya bagi
kesehatan," kata Sigit Rahardjo, juru bicara Pememerintah Kediri, Senin (13/8).
Menurut Sigit, saat ini tidak ada tanda-tanda aktifitas yang membahayakan di sekitar gunung yang memiliki ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut itu. Namun, sebagai langkah antisipasi, pemerintah terpaksa mengeluarkan peringatan tadi.
Sejak abad ke-15 Gunung Kelud telah banyak memakan korban lebih. Letusan terbesar tercatat pada tahun 1586 dengan korban jiwa sekitar 10 ribu orang. Pada abad 20, gunung meletus lima kali dengan sekala besar, yaitu tahun 1901, 1919, 1951, 1966 dan 1990.
"Sejak tahun 1926, telah dibuat saluran untuk mengalirkan lahar. Hingga kini saluran itu terus kami perbaiki,” kata Sigit. Pada 2004 pemerintah juga telah membangun jalan menuju kawah agar wisatawan bisa menyentuh dan mendekati lokasi itu. “Tapi jangan mandi di kawah".
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|