|
Penggergajian Rel Mengarah ke Motif Sabotase
Senin, 13 Agustus 2007 | 16:03 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Penggergajian rel kereta api sepanjang lima meter yang berada di kilometer 27+4/5 atau sekitar 4 kilometer dari Stasiun Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, diduga karena motif sabotase.
Dugaan ini muncul karena rel yang digergaji tersebut masih berada di lokasi. Selain itu, orang yang menggergaji tersebut paham dengan rel karena sempat menghilangkan plat penghubung rel, serta mencabuti alat penambat.
"Faktanya memang menunjukan seperti itu (motifnya sabotase)," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang, Warsono, Senin (13/8).
Namun, Warsono mengaku tidak memiliki wewenang untuk mengatakan apakah itu sabotase atau tidak. "Penegak hukum yang bisa mengatakan, kita tunggu saja," katanya. Warsono mengatakan bahwa polisi sudah memeriksa pengawas teknik rel.
Kepala Kepolisian Wilayah Pati Komisaris Besar Zulkarnaen belum berani memutuskan bahwa motif penggergajian rel tersebut adalah sabotase. "Gimana kita bisa katakan itu sabotase, pelakunya saja belum ditemukan, malah bisa saja itu perbuatan orang iseng," ujarnya.
Hingga kini polisi masih melakukan penyidikan dan memeriksa saksi-saksi dan barang bukti. Saksi yang diperiksa, kata Zulkarnaen, adalah para petugas yang mengecek rel kereta api, dan orang-orang yang berada di sekitar lokasi.
Akibat penggergajian tersebut, dua gerbong paling belakang Kereta Api Gumarang jurusan Surabaya-Jakarta anjlok kemarin malam. Sebanyak 12 orang mengalami luka-luka ringan. Mereka langsung dibawa ke Semarang. Sedangkan satu orang penumpang bernama Yanti Kusumawati, warga Rempoa, Ciputat, mendapatkan perawatan di Puskesmas Gubug.
Penggergajian ini diduga dilakukan dua jam sebelum Kereta Api Gumarang lewat. Pada pukul 20.12 WIB, dua jam sebelum Kereta Gumarang lewat, Kereta Eksekutif Rajawali jurusan Surabaya-Semarang dan Kereta ekonomi Kertajaya jurusan Pasar Turi Surabaya-Pasar Senen Jakarta, melintas rel tersebut dengan aman.
Rofiuddin/Sohirin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|