|
Rumah Sakit Pandeglang Pulangkan Pasien Miskin
Selasa, 14 Agustus 2007 | 13:34 WIB
TEMPO Interaktif, Pandeglang: Rumah Sakit Umum Daerah Pandeglang, Banten memulagkan Mulyadi, pasien dari keluarga miksin yang menderita patah tulang. Warga Desa Kenanga, Kecamatan Menes ini dipulangkan dengan alasan ruang yang dia tempati akan diisi pasien lain.
"Mungkin karena kami pemegang kartu Askeskin sehingga kami dikeluarkan dari rumah sakit. Padahal Anak saya belum sembuh," kata Iyah Haeriyah, ibu Mulyadi di Pandeglang pada Selasa (14/8).
Iyah mengatakan, anaknya semula dirawat di ruang Mawar selama 40 hari. Tapi, Senin sore kemarin tiba-tiba pengelola rumah sakit menyuruh anaknya pulang dan dirawat di rumah atau rawat jalan.
Saat ditemui Tempo hari ini, Mulyadi masih terlihat lemah, tulang kaki dan punggungnya yang patah akibat terjatuh dari pohon melinjo itu makin parah. Kini tubuh warga miskin itu tergolek tak berdaya di rumah panggungnya.
Direktur RSUD Pandeglang Gatot Supriyadi mengatakan, pemulangan pasien merupakan hak dokter yang merawat. Dokter akan memulangkan pasien jika kondisinya sudah membaik. "Jadi kami tahu benar kondisi pasien itu," katanya
Menurut Gatot, selain dianggap sudah membaik juga ada pertimbangan lain seperti polusi udara yang akan mengganggu kesehatan pasien bila terlalu lama menempati ruangan rumah sakit. "Sudah bagus kami bisa merawat pasien itu selama 40 hari,” katanya seraya membatah pemulangan itu karena Mulyadi menggunakan Askeskin. Faidil Akbar
INDEKS BERITA LAINNYA :
|