|
Bantuan Benih Gagal, Target Beras Meleset
Selasa, 14 Agustus 2007 | 14:21 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Fraksi PDI Perjuangan menilai program bantuan benih yang disediakan Departemen Pertanian gagal. Akibatnya, target peningkatan dua juta ton produksi beras nasional pada tahun ini diperkirakan juga sulit dipenuhi.
Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima dari pemantauan yang dilakukan di daerah pemilihannya (Jawa Tengah IV) selama masa reses, mayoritas bantuan benih baru akan direalisasikan September mendatang atau terlambat 4 bulan. "Padahal anggarannya mencapai Rp 700 miliar untuk pengadaan bantuan benih sebanyak 140 ribu ton," kaya dia di Solo, Selasa (14/8)
Menurut Aria Bima, Departemen Pertanian tidak mampu menjalankan programnya sendiri di daerah. Dia mengkritik keputusan Menteri Pertanian menyerahkan pengadaan benih ke kepala daerah juga sulit dilakukan karena daerah tidak bisa menghabiskan dana sebesar Rp 4 miliar.
Menurutnya, kemampuan pengadaan benih di daerah maksimal hanya bisa mencapai 4 ton. "Seharusnya teknis pengadaan tetap dilakukan Departemen Pertanian, sementara daerah tinggal menerima dan menyalurkan ke kelompok tani. Bukannya membebankan pengadaan ke daerah," katanya.
Dia mencurigai, kegagalan pengadaan benih untuk petani tersebut merupakan bagian dari skenario untuk tetap melanggengkan kebijakan impor beras. Menurut politisi asal Solo ini, dengan kegagalan meningkatkan produksi dua juta ton maka hanya ada satu cara untuk memenuhi kebutuhan beras nasional sebesar tiga juta ton pertahun, yakni dengan cara melalui impor beras. "Tidak bisa dibayangkan jika terus semacam ini, nasib beras akan seperti gula yang harganya tergantung oleh pasaran dunia dan makin tinggi," katanya.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|