Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pekerja Asal Ponorogo Tewas di Malaysia
Selasa, 14 Agustus 2007 | 18:27 WIB

TEMPO Interaktif, Ponorogo: Seorang pekerja Indonesia asal Ponorogo, Jawa Timur, Trimo (24 tahun) tewas di Malaysia. Berdasarkan keterangan Warso, teman kerja almarhum, Trimo tewas setelah dianiaya dua teman majikannya pada 10 Agustus lalu. Kabar kematian ini baru diterima keluarga kemarin.

Menurut Ponirah, ibu korban, anaknya bekerja di sebuah perusahaan karet di Sriting, Negeri Sembilan, Malaysia. Dia diberangkatkan oleh Perusahaan Jasa Tenaga
Kerja Indonesia PT Irfan Jaya Saputra yang beralamat di Batam pada Februari 2006. “Saya terakhir berkomunikasi dua minggu lalu,” kata Ponirah.

Sebagai tulang punggung keluarga, Trimo rencananya pulang ke kampung halaman pada September mendatang. Ponirah mengaku mendapat firasat buruk salah satu giginya tanggal sebelum kematian anaknya. Edi Wiyono, aktivis jaringan kerja perlindungan sosial TKI Cahaya meminta jenazah Trimo dipulangkan ke Ponorogo. "Bila terbukti ada pelanggaran, pelakunya harus dihukum," katanya.

Menyikapi musibah ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja Ponorogo Nyoto Wiyono menyatakan tidak ada pekerja asal Ponorogo bernama Trimo yang meninggal di Malaysia. Dia menduga korban diberangkatkan secara ilegal ke negeri tetangga. “Tapi, kami tetap akan menemui keluarga untuk meminta keterangan,” katanya.

Menurut Ponirah, ibu korban, anaknya bekerja di sebuah perusahaan karet di Sriting, Negeri Sembilan, Malaysia. Dia diberangkatkan oleh Perusahaan Jasa Tenaga
Kerja Indonesia PT Irfan Jaya Saputra yang beralamat di Batam pada Februari 2006. “Saya terakhir berkomunikasi dua minggu lalu,” kata Ponirah.

Sebagai tulang punggung keluarga, Trimo rencananya pulang ke kampung halaman pada September mendatang. Ponirah mengaku mendapat firasat buruk salah satu giginya tanggal sebelum kematian anaknya. Edi Wiyono, aktivis jaringan kerja perlindungan sosial TKI Cahaya meminta jenazah Trimo dipulangkan ke Ponorogo. "Bila terbukti ada pelanggaran, pelakunya harus dihukum," katanya.

Menyikapi musibah ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja Ponorogo Nyoto Wiyono menyatakan tidak ada pekerja asal Ponorogo bernama Trimo yang meninggal di Malaysia. Dia menduga korban diberangkatkan secara ilegal ke negeri tetangga. “Tapi, kami tetap akan menemui keluarga untuk meminta keterangan,” katanya. dini mawuntyas


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

30 Ribu Pekerja Ilegal Asal NTT Bekerja di Malaysia
Ratusan TKI Bermasalah Tiba di Tanjung Priok
Polisi Kupang Tangkapi TKI Ilegal ke Malaysia
Sebanyak 459 Pekerja Ilegal Dipulangkan
80 Persen TKI Karanganyar, Ilegal
Konsorsium Bank Malaysia Talangi Biaya Keberangkatan TKI
Majikan Damansara Tetap Tak Mau Bayar Gaji
Malaysia Permudah Eks-TKI Ilegal
Jenazah Siti Masitoh Tiba
Malaysia Luluskan Izin 160 Ribu TKI
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105560 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data