Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bupati: Tak Ada TKI Bernama Parsiti dari Wonosobo
Selasa, 14 Agustus 2007 | 23:04 WIB

TEMPO Interaktif, Wonosobo:
Bupati Wonosobo, Jawa Tengah, Kholiq Arief, mengatakan belum menemukan data mengenai seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal daerahnya yang dikabarkan kabur dari rumah majikannya di Malaysia.

"Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja untuk mencari nama TKW tersebut. Tapi sampai saat ini tidak ada TKW asal Wonosobo yang bernama Parsiti,” kata Kholiq kepada Tempo, Selasa (14/8) malam.

Parsiti yang dikabarkan kabur dari rumah majikannya di Selangor, Malaysia karena tak tahan dianiaya. Parsiti melarikan diri lewat jendela dari apartemen di lantai 17 setelah dibantu para tetangga majikannya.

Kholiq menjelaskan, begitu mendengar kabar adanya TKI asal Wonosobo yang bernasib seperti Ceriyati, dirinya langsung meminta stafnya melacak informasi tersebut. Pihaknya juga berupaya menghubungi Kedutaan Besar RI di Malaysia untuk memperoleh data lebih lengkap. “Tapi kami tak menemukan TKI yang diberangkatkan pada tahun 2007 ini atas nama Parsiti," kata Bupati.

Kholik menduga, kemungkinan besar saat berangkat ke Malaysia dia belum mempunyai kartu tanda penduduk. "Jadi kami belum tahu persis kalau memang TKI itu berasal dari Wonosobo. Apakah dia menggunakan jalur resmi dengan mendaftar di Dinas Tenaga Kerja atau tidak," kata dia.

Hanya saja, lanjut Kholiq, pihaknya akan terus mencari informasi selengkap mungkin mengenai identitas TKI tersebut. Jika memang betul berasal dari Wonosobo, kata dia, tentu Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan membantu Parsiti. "Informasi yang kami peroleh masih terbatas. Mudah-mudahan besok sudah jelas semuanya," kata Kholiq.

Sebelumnya, Sekretaris Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia, Eka Suripto, mengatakan Parsiti
berusaha kabur dari lantai 17 apartemen majikannya. Dengan mengikat lima helai kain, Parsiti keluar dari jendela. Tapi, tetangganya keburu memergoki dan menyuruh Parsiti kembali. “Para tetangganya lantas mendobrak pintu rumah itu dan menyelamatkan Parsiti,” katanya.

Parsiti lalu dibawa ke Rumah Sakit Malaya untuk mendapat pengobatan. Dari situ, dia dibawa ke Kedutaan Besar Indonesia. “Saat ini kondisinya sudah cukup baik,” katanya. Syaiful Amin

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada TKI, India pun Jadi | 28 Maret 2005
Peluru Siapa di Kilang Batu | 21 Maret 2005
Memantau Pasukan Rela | 14 Maret 2005
Mengais Rezeki Sampai ke Semenyih | 14 Maret 2005
Demi Kartu Sakti Beralamat Aceh | 28 Pebruari 2005
Beban di Balik Dokumen Kilat | 28 Pebruari 2005
Agar Sawit Tak Mogok Berbuah | 21 Pebruari 2005
Malaysia Berbaik Hati, Indonesia Tidak Serius | 14 Pebruari 2005
Nasihat, Bukan Buru Sergap | 07 Pebruari 2005
TKI Mengelus Dada  | 29 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Parsiti Disiksa Sejak Mei
Lagi, TKI Melarikan Diri Karena Disiksa Majikan
TKI Asal Ponorogo Diduga Tewas Dianiaya di Malaysia
Siti dan Susmiati Baru Dipulangkan Bulan Depan
Arab Saudi Tunda 50 Ribu Visa Calon TKI
Malaysia Bebaskan 14 Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja
TKW Jember Tewas di Brunei Darussalam
297 WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia
75 Persen Pekerja Indonesia di Pantai Timur Amerika Ilegal
Asuransi Siap Bayar Klaim Ceriyati
> selengkapnya...

Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
Istilah-istilah di Ketenagakerjaan
Federasi Serikat Buruh, PJTKI, BPPD dan BP2TKI
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Pulau-pulau kecil
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105583 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data