|
Pemerintah Kediri Belum Sikapi Soal Makam Tan Malaka
Rabu, 15 Agustus 2007 | 13:04 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:Mencuatnya kontroversi dan rencana untuk meneliti dan memindahkan makam Tan Malaka dari Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ke Taman Makam Pahlawan Nasional Jakarta, belum ditanggapi Pemerintah Kabupaten Kediri.
Pemerintah Kediri merasa tidak memiliki data konkret seputar makam tokoh sosialis yang terkenal dengan bukunya Madilog (Materialisme, Dialektik dan Logika) itu.
"Kami belum berani mengambil langkah apa pun terkait kontroversi soal makam Tan Malaka yang katanya berada di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Bahkan kami juga belum menerima laporan soal makam Tan Malaka dari pihak kecamatan," kata Sigit Rahardjo, juru bicara Pemerintah Kabupaten Kediri, Rabu (15/8).
Menurut Sigit, pihaknya siap mendukung semua langkah pemerintah pusat terkait makam Tan Malaka, asalkan semua data pendukung dan latar belakang sejarahnya dan validitasnya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jika tidak ada data pendukung yang jelas, Pemkab Kediri akan bersikap pasif dan menunggu.
Desa Selopanggung yang berada di kaki Gunung Wilis mencuat setelah Harry A Poeze meluncurkan buku berjudul "Vurguisden Vergeten, Tan Malaka, De linkse Beweging en Indonesische Revolution 1945-1949" (Tan Malaka, Dihujat dan Dilupakan, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia 1945-1949). Buku tersebut diluncurkan di Jakarta pada akhir Juli 2007 lalu.
Dalam buku tersebut, Poeze menuliskan bahwa Tan Malaka tewas ditembak mati oleh Batalyon Sikatan Divisi Brawijaya pada tanggal 21 Februari 1949 di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Jenasah lelaki kelahiran 2 Juni 1897 di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat itu dimakamkan di desa yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Kediri.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|