|
Warga di Pacitan Keluhkan Harga Jual Pembebasan Lahan PLTU
Rabu, 15 Agustus 2007 | 20:36 WIB
TEMPO Interaktif, Pacitan:Sejumlah warga di Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mengeluhkan harga jual pembebasan lahan seluas 62 hektare yang saat ini digunakan untuk pembangunan Pembangunan Listrik Tenaga Uap (PLTU) kapasitas 2x315 MW.
Sebagaimana diketahui, seluas 52 hektare adalah lahan milik 242 warga setempat dan sisanya seluas 10 hektare adalah lahan milik desa.
Warga setempat, Subkhi (40 tahun), mengatakan harga jual tanah tersebut per meternya terlalu murah. "Tanah kami hanya dibeli oleh PT. Perusahaan Listrik Negara selaku pelaksana pembangunan PLTU sebesar Rp. 45 ribu per meter," ujarnya Rabu (15/8).
Ia mengatakan tanah tersebut adalah tanah subur yang sebelumnya ditanami kelapa sawit. "Harga jual seharusnya sedikitnya Rp. 100 hingga Rp. 150 ribu per meter," ujarnya.
Lebih lanjut Subkhi menjelaskan sebenarnya warga sepakat dengan pembangunan PLTU tersebut, namun mereka hanya mempermasalahkan tentang harga pembebasan lahan yang terlalu murah.
Kepala Desa Sukorejo, Bambang Pur Budianto, mengakui apabila pembebasan lahan setempat masih dipermasalahkan warga. "Namun kami dijanjikan jika warga setempat nantinya akan dipekerjakan di PLTU," ujarnya.
Sedangkan Camat Sudimoro, Djoko Putro, membantah apabila warga Desa Sukorejo mempermasalahkan harga jual pembebasan lahan. "Semua berjalan lancar," tukasnya.
DINI MAWUNTYAS
INDEKS BERITA LAINNYA :
|