Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Mengatasi Serangan Hama Ulat Dengan Memasang Lampu Neon
Kamis, 16 Agustus 2007 | 11:50 WIB

TEMPO Interaktif, Ponorogo:Tidak ingin mengalami gagal panen akibat serangan hama ulat, sejumlah petani bawang merah di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memasang puluhan lampu neon di petak sawah mereka. Alhasil, banyak kupu klaper (penyebar hama ulat) mati akibat terjebak.

Petani di Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Mujiono mengatakan, langkah ini dilakukan setelah sebelumnya upaya untuk membasmi hama ulat selalu gagal. "Kami telah menyemprot dengan pestisida namun tidak mampu mengatasi hama ulat," katanya, Kamis (16/8).

Ia mengatakan upaya ini lebih ampuh untuk bisa mengurangi penyebaran hama ulat. Untuk tanah seluas 2,100 meter persegi dibutuhkan lampu neon sebanyak 27 buah. "Cara ini juga menghemat biaya penyemprotan pestisida Rp. 400 ribu per minggu," ujarnya.

Menurut Mujiono fungsi daripada lampu neon adalah untuk menarik perhatian kupu klaper. Di mana, setelah malam tiba kupu-kupu tersebut beterbangan disekitar lampu neon. Tidak berapa lama kemudian kupu tersebut akan jatuh.Untuk bisa mematikannya dibawah lampu neon ditaruh ember atau baskom yang sudah diisi dengan air campuran insektisida.

Untuk lebih aman, lanjutnya tanaman bawang merah tetap disemprot pestisida sekali dalam satu minggu. Padahal sebelumnya penyemprotan bawang merah dilakukan dua hari sekali.

DINI MAWUNTYAS


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Badan Pangan Dunia Bantu Tangani Hama
Bakteri Santomanos Serang Tanaman Padi
Diserang Hama, Jeruk di Enam Desa Ludes
Pemerintah Lamban Tangani Serangan Hama
Kota Pagaralam Tetapkan Status KLB Hama Ulat
Hama Ulat Grayak Menganas
Tanaman Padi di Madiun Rusak Terserang Hama Sundep
Bakteri Kuning Serang Tanaman Jeruk
Ulat Gerayak Rusak Tanaman Padi dan Jagung
Tikus dan Penggerek Batang Serang Lahan Pertanian di Sukoharjo, Ratusan Hektar Terancam Gagal Panen
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105704 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data