|
17 Guru Jepang Temui Bekas Jugun Ianfu
Selasa, 21 Agustus 2007 | 14:28 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Sebanyak 17 orang guru SD, SMP dan SMA dari Yokohama Jepang, menemui para mantan jugun ianfu yang diwakili Ny Mardiyem. Para guru itu ingin menanyakan langsung kebenaran adanya pemaksaan seksual yang dilakukan oleh tentara Jepang semasa jaman pendudukan.
"Selama ini di Jepang masih ada pro dan kontra mengenai masalah itu. Sebagai pendidik, kami ingin mengajarkan kepada para siswa tentang sejarah bangsa kami apa adanya," kata ketua rombongan guru dari Jepang, Katsunori Kikuchi.
Pertemuan berlangsung di kantor Lembaga Bantuan Hukum Indpenden (LBHI) Yogyakarta. Ny Mardiyem didampingi kuasa hukumnya dari LBH Yogyakarta, Budi Hartono dan Direktur LBHI, Winarta.
Selain berkunjung ke Indonesia, kata Katsuri Kikuchi, mereka juga akan ke sejumlah negara lain termasuk Malaysia.
Sementara itu dalam penjelasannya, Ny Mardiyem mengatakan, sudah 13 tahun lebih dirinya dan bekas jugun ianfu lain berjuang untuk mendapatkan haknya. Tapi sampai saat ini, perjuangan tersebut belum berhasil. Tuntutan utama para bekas jugun ianfu, kata Mardiyem, mereka meminta agar pemerintah Jepang meminta maaf atas kekejaman yang telah dilakukan dan masukkan kejahatan tersebut dalam pelajara sejarah mereka. Syaiful Amin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|