|
Bantuan Perajin Gerabah Diduga DIselewengkan
Selasa, 21 Agustus 2007 | 19:54 WIB
TEMPO Interaktif, Klaten: Bantuan recovery sentra kerajinan gerabah di Melikan, Wedi, Klaten, Jawa Tengah yang rusak akibat gempa pada Mei 2006 diduga menyimpang. Penyimpangan diketahui setelah sejumlah perajin yang didampingi aktivis Aliansi Rakyat Anti Korupsi Klaten menemui Bupati Klaten Sunarna pada Selasa (21/8).
Mereka mengaku hanya mendapatkan bantuan kurang dari Rp 1 juta untuk pengadaan alat pembuatan keramik. Padahal total bantuan pemerintah pusat mencapai Rp 1,6 miliar.
Salah seorang perajin, Suyadi Gandung mengaku dirinya hanya menerima bantuan berupa 5 zak semen, 3 besi cor ukuran 3 milimeter, 1 colt pasir, bata merah sebanyak 1.000 buah dan uang Rp 600 ribu. Jika ditotal jumlahnya Rp 1,2 juta. Padahal setiap perajin seharunya mendapatkan minimal Rp 7,5 juta. "Kenyataannya saya hanya menerima bantuan sebesar itu," kata dia.
Bupati Klaten Sunarna yang menerima para perajin tersebut memerintahkan Asisten II Sekda Klaten Djoko Sutrisno membentuk tim investigasi. Djoko ditugaskan menelusuri laporan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Klaten Mujaeroni mengatakan tidak semua bantuan untuk perajin gerabah melalui pihaknya. Dia mengaku hanya mengetahui bantuan 25 tungku senilai Rp 200 juta dari Kementerian Koperasi sementara bantuan lainnya langsung dilakukan pemerintah pusat. "Bantuan tersebut disalurkan melalui koperasi perajin keramik," kata dia. imron rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|