|
Bupati Purwakarta Diminta Mundur
Kamis, 23 Agustus 2007 | 17:32 WIB
TEMPO Interaktif, Purwakarta:Sekitar 200 pengunjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Rakyat Purwakarta Menggugat menuntut Bupati dan Wakil Purwakarta turun dari jabatannya. Ini karena keduanya diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi dana bencana alam dan gedung Islamic Center yang menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 4,2 miliar.
"Kami minta supaya Bupati dan Wakil Bupati segera turun dari jabatannya," teriak Yosep, koordinator aksi unjuk rasa di atas kendaraan yang dijadikan panggung orasi.
Dia juga meminta Kejaksaan Negeri Purwakarta segera memeriksa Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, Lily Hambali Hasan dan Dedy Mulyadi, terkait dua kasus tersebut. "Kalau tidak, kami akan melakukan pengadilan rakyat," Yosep mengancam.
Dalam aksinya, ratusan pengunjuk rasa memulai aksinya di alun-alun Kiansantang, lalu merangsek ke pintu gerbang kompleks pemerintahan daerah. Setelah itu mereka melanjutkan aksi pawainya ke kantor Kejaksaan Negeri. Di sini, mereka memaksa Kepala Kejari Untung Wajyono menandatangani kesanggupan untuk segera memeriksa bupati dan wakil bupati. Tapi Untung menolak karena menurut dia, pemeriksaan terhadap dua petinggi di Purwakarta itu harus mendapat izin presiden. Sementara izin yang sudah diajukan Untung belum keluar hingga sekarang.
Di temui terpisah, Lily Hambali Hasan mengaku mafhum adanya aksi unjuk rasa yang mengantasnamakan berbagai elemen masyarakat Purwakarta itu. "Itu kan bagian dari demokrasi," kata Lily. Soal, tudingan dia telah melakukan tindak pidana korupsi, Lily meminta supaya semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. "Kapan pun saya siap (diperiksa) asal sesaui dengan prosedur yang berlaku," kata Lily.
Aksi unjuk rasa berakhir di gedung DPRD Purwakarta. Namun hal mengherankan ditemui Tempo. Sejumlah pengunjuk rasa mempertanyakan uang tatkala diminta mengibarkan spanduk. "Mana duitnya dulu. Kalau nggak ada, saya nggak mau," kata sejumlah pengunjuk rasa yang baru turun dari sebuah angkutan kota warna kuning-hitam.
Nanang Sutisna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|