|
Pedagang Buku Palasari Diminta Tak Tempati Kios Yang Terbakar
Jum'at, 24 Agustus 2007 | 16:22 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Para pedagang buku di Pasar Buku Palasari, Bandung yang kiosnya terbakar Jumat (24/8) pagi diminta untuk tidak menempati kiosnya untuk sementara waktu. “Sampai hasil penyelidikan polisi jelas,” ujar Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi ketika mengunjungi Pasar Buku Palasari, Jumat (24/8) siang.
Edi meminta pedagang buku agar bersabar hingga Senin (27/8) nanti. Awal pekan depan, menurut Edi, pihaknya akan menggelar rapat evaluasi yang membahas Pasar Buku Palasari yang terbakar.
Dalam rapat tersebut akan dibahas mengenai pemulihan pasar dalam jangka pendek. "Dan jangka panjangnya, kita akan mempercepat penataan pasar ini secara keseluruhan termasuk mengevaluasi kerjasama dengan pihak ke tiga (PT Pelita Jaya Agung)," kata Edi.
Pedagang sendiri bersikeras segera memperbaiki kiosnya yang ludes. Mereka ingin membangun kios dengan seadanya untuk ditempati berjualan buku kembali. Beberapa pedagang bahkan sudah mulai mengisi kembali kiosnya yang sebagian terbakar. Mereka tidak mengindahkan garis pengaman yang dibentangkan petugas.
Andi Hanafi, 35 tahun, pemilik kios buku yang terbakar habis mengungkapkan kekhawatirannya bakal kehilangan lahan kiosnya pasca kebakaran. "Jangan sampai nantinya tiba-tiba ada pihak ketiga masuk," katanya.
Menurutnya, semua pedagang buku di Pasar Palasari menolak rencana Pemerintah Kota Bandung yang menggandeng pengembang untuk membangun mall di atas lahan pasar. Para pedagang tidak setuju dipindahkan ke dalam mall. Selain harga kiosnya mahal, belum tentu jualannya laku di tempat baru. "Sebagian besar di sini jualan buku-buku bekas," katanya.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|