|
Warga dan Dewan Tolak Bandara Kediri
Senin, 27 Agustus 2007 | 16:43 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri: Masyarakat dan DPRD Kabupaten Kediri, Jawa Timur menolak rencana pembangunan bandar udara yang digagas Bupati Kediri Soetrisno pada Senin (27/8). Proyek prestisius itu dinilai tidak menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil. “Proyek itu tidak masuk akal karena mayoritas warga adalah petani,” kata Munasir Huda, Koordinator Divisi Advokasi Madani Pos Kediri.
Menurut Munasir Huda, sebaiknya rencana proyek itu dialihkan ke peningkatan sektor pertanian yang saat ini terpuruk. Dia mencontohkan, soal pupuk dan alat-alat pertanian selama ini pemerintah selalu kedodoran mengatasi. Pemerintah Kabupaten Kediri seharusnya lebih mengutamakan kepentingan peningkatan bidang pertanian.
Para wakil rakyat juga menyesalkan munculnya rencana pembangunan bandara. Padahal seharusnya rencana apa pun harus disaring dulu dalam Musyawarah Rencana Pembangunan. "Ada indikasi musyawarah tidak sesuai dengan prosedur,” kata kata Isqak, anggota DPRD Kabupaten Kediri. "Ini membuktikan tidak ada proses pelibatan seluruh
elemen masyarakat,” katanya.
Juru bicara Pemerintah Kabupaten Kediri, Sigit Rahardjo menyatakan tidak benar jika rencana pembangunan bandara itu lolos karena tanpa melalui musyawarah. Menurut
Sigit, Bupati telah melakukan semua prosedur untuk menjaring aspirasi masyarakat. "Bupati tidak mungkin berani melangkah tanpa ada dasar yuridis yang kuat," katanya. dwidjo u maksum
INDEKS BERITA LAINNYA :
|