|
Operasi Pasar Minyak Diserbu Warga
Senin, 27 Agustus 2007 | 18:13 WIB
TEMPO Interaktif, Sragen: Ratusan warga Sragen, Jawa Tengah menyerbu operasi pasar minyak tanah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sragen pada Senin (27/8). Warga berebut mendapatkan minyak tanah seharga Rp 2.550 per liter. Harga ini lebih murah Rp 450 daripada harga di pasar.
Mereka pun rela antre hingga lima jam untuk memperoleh 10 liter minyak tanah. Minyak tanah di Kabupaten Sragen sejak dua pekan lalu sulit diperoleh, apalagi dengan harga yang ditetapkan pemerintah. "Saya antre sejak subuh," kata Warsiti warga desa Tangkil, Sragen.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sragen Joko Purwanto, operasi pasar minyak tanah di daerahnya dilakukan sejak Minggu (26/8) lalu secara bergilir di daerah yang paling banyak keluhan.
Senin (27/8) ini, operasi pasar dilakukan di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota dan Desa Tenggak, Sidoharjo. Menurut Joko, pihaknya menggandeng lima agen minyak tanah terbesar di Sragen dan Solo untuk melaksanakan operasi pasar tersebut. "Masing-masing 20 ribu liter minyak tanah yang dijual dalam OP," kata dia.
Meski sudah dua hari digelar operasi pasar, namun harga minyak tanah di pedagang eceran tetap tinggi, bahkan naik. Menurut warga Tangkil yang tidak kebagian jatah operasi pasar Suparjo, harga minyak tanah di daerahnya bahkan sudah mencapai Rp 3.100 per liter. Dia pun berharap operasi pasar tersebut diteruskan sampai harga minyak tanah benar-benar turun. "Saat ini minyak tanah sangat dibutuhkan terutama petani," katanya. imron rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|