|
Program Askeskin di Jawa Tengah Butuh 200 Milyar Pertahun
Rabu, 29 Agustus 2007 | 09:12 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Provinsi Jawa Tengah membutuhkan dana sebesar Rp 200 milyar setiap tahunnya untuk program asuransi kesehatan gratis di wilayah tersebut. "Itu perkiraan kasar, pokoknya untuk tahun 2007 mencapai angka diatas Rp 200 milyar," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Hartanto di Semarang, Rabu (29/8).
Hartanto mengatakan, besarnya dana yang dibutuhkan untuk program Askeskin dikarenakan banyaknya orang miskin yang menggunakan fasilitas program tersebut. "Kebutuhan dana Askeskin itu banyak karena memamng orang miskin itu ya banyak," katanya.
Data di Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menunjukan, dari jumlah keseluruhan penduduk di Jawa Tengah yang mencapai 32 juta orang, 11 juta orang diantaranya masuk dalam kategori "penikmat" program askeskin. Haranto mengatakan, di masa mendatang kebutuhan dana askeskin akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.
Hartanto mengatakan, pada tanggal 2, 3, dan 4 September mendatang akan ada pertemuan di Jakarta untuk membahas persoalan askeskin. Yang akan hadir, kata Hartanto, diantaranya sleuruh bupati/walikota se-Indonesia, Kepala dinas kesehatan seluruh Indonesia dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah di seluruh Indonesia. Acara ini, kata Hartanto, untuk membahas berbagai persoalan yang terkait dengan Askeskin.
Asisten Bior Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Tengah Slamet Budi Prayitno mengakui, program askeskin terkadang belum menjangkau seluruh warga miskin yang ada. Budi mencontohkan, warga miskin yang tinggal di bawah jembatan atau anak-anak jalanan yang tidak punya keluarga merupakan golongan miskin tapi tidak punya kartu askeskin. "Askeskin itu ada aturannya, butuh syarat administrasi, seperti kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. Padahal, anak jalanan tidak memiliki itu," kata Budi.
Budi mengatakan, kalau ada orang yang mengatakan bahwa tidak semua warga miskin tidak bisa menikmati program askeskin maka itu memang benar. "Kami akui itu," katanya.Rofiuddin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|