|
75 Persen Terumbu Karang di Jember Rusak Karena Bom Ikan
Rabu, 29 Agustus 2007 | 13:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jember: Kepala Seksi Produksi dan Sumber Daya Hayati Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jember, Jawa Timur Tigo Dewanto mengungkapkan 75 persen terumbu karang di Jember hancur karena bom ikan dan racun potasium. Akibatnya dalam radius 0-4 mil dari bibir pantai sudah tidak ada ikan.
Selain itu, kata Tigo, habitat ikan karang seperti kerapu, kakap, lobster dan kuda barong terus berkurang. Jika hasil tangkapan kerapu pada 2004 sebanyak 32 ton, pada 2006 berkurang menjadi 5 ton. Begitu pula dengan tangkapan ikan kuda barong yang turun dari 73 tom pada 2003 menjadi 14,2 ton pada 2006.
“Ikan yang harganya cukup mahal ini bisa-bisa habis,” kata Tigo Dewanto di Jember pada Rabu (29/8). Akibatnya nelayan di Kecamatan Puger, Jember tidak bisa memasok kebutuhan pembeli. Ikan-ikan itu harus didatangkan dari daerah lain seperti Situbondo dan Banyuwangi.
Dinas Kelautan dan Perikanan Jember meminta aparat hukum bertindak tegas menangani penggunaan bom ikan ini. Jika dibiarkan, dalam waktu tiga tahun ke depan, para nelayan dipastikan tidak akan menemukan lagi ikan karang tersebut. Dinas kelautan sendiri sudah berulangkali memberi penyuluhan bahaya penggunaan bom ikan.
Maraknya penggunaan bom ikan di perairan Puger, Jember ini diakui oleh para nelayan. Praktek ini sebenarnya sudah berjalan sejak 1980-an. Bom ikan dipakai terutama pada masa paceklik agar hasil tangkapan lebih banyak. Meski penyuluhan sering dilakukan, bom ikan tetap dipakai. “Karena hukumannya ringan,” kata Edi Susanto, nelayan Puger. mahbub djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|